<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Tentang Aku</title>
	<atom:link href="http://sonicpepen.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://sonicpepen.wordpress.com</link>
	<description>Just another WordPress.com weblog</description>
	<lastBuildDate>Mon, 17 Sep 2007 14:03:22 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='sonicpepen.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Tentang Aku</title>
		<link>http://sonicpepen.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://sonicpepen.wordpress.com/osd.xml" title="Tentang Aku" />
	<atom:link rel='hub' href='http://sonicpepen.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Networking</title>
		<link>http://sonicpepen.wordpress.com/2007/09/17/networking/</link>
		<comments>http://sonicpepen.wordpress.com/2007/09/17/networking/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 17 Sep 2007 14:03:22 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Rohid_27</dc:creator>
				<category><![CDATA[Makalah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sonicpepen.wordpress.com/2007/09/17/networking/</guid>
		<description><![CDATA[BAB I DASA-DASA NETWORKING Networking atau jaringan komputer adalah sebuah sarana untuk menghubungkan dua atau lebih komputer melalui sebuah media komunikasi sehingga bisa berbagi informasi (file sharing, printer sharing dan internet sharing). Untuk mengenal networking lebih jauh lagi, terlebih dahulu kita harus mengenal apa saja yang merupakan dasar-dasar dalam networking tersebut. Pada bab ini kita [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=sonicpepen.wordpress.com&amp;blog=986209&amp;post=9&amp;subd=sonicpepen&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>BAB I<br />
DASA-DASA NETWORKING</p>
<p>Networking atau jaringan komputer adalah sebuah sarana untuk menghubungkan dua atau lebih komputer melalui sebuah media komunikasi sehingga bisa berbagi informasi (file sharing, printer sharing dan internet sharing).<br />
Untuk mengenal networking lebih jauh lagi, terlebih dahulu kita harus mengenal apa saja yang merupakan dasar-dasar dalam networking tersebut.<br />
Pada bab ini kita akan membahas mengenai :<br />
1. Terminologi Networking<br />
    Membahas istilah-istilah dalam networking, seperti :<br />
    LAN, MAN, WAN.<br />
2. Topologi Networking<br />
    Membahas bentuk-bentuk fisik networking, seperti :<br />
    BUS, RING, STAR, TREE<br />
3. Media Komunikasi Networking<br />
    Membahas media yang digunakan dalam networking, seperti :<br />
    UTP, STP, Coaxial, Fiber Optic, WLAN<br />
1.1  Terminologi Networking<br />
1.1.1  Intro<br />
Networking (jaringan komputer) dibangun dalam bentuk dan ukuran berbeda-beda, bergantung kondisi dan kebutuhan individu yang menyelenggarakan. Industri networking berkembang demikian pesat sehingga ditemukan beragam tipe dan desain. Inilah yang disebut dengan Terminologi Networking (Network Terminology).<br />
Pada dasarnya LAN dan WAN merupakan desain asli jaringan komputer. Namun seiring dengan kemajuan teknologi, konsep ini mengalami perkembangan sesuai dengan kebutuhan.</p>
<p>Pada Sub Bab ini kita akan bahas :<br />
1. Local Area Network (LAN)<br />
2. Metropolitan Area Network (MAN)<br />
3. Wide Area Network (WAN)<br />
4. Storage Area Network (SAN)</p>
<p>1.1  Terminologi Networking<br />
1.1.2  Local Area Network (LAN)<br />
LAN (Local Area Network) adalah hubungan dua komputer atau lebih melalui suatu perantara media sehingga setiap node komputer dapat saling melakukan akses.<br />
Dilihat dari jarak jangkauannya, hubungan LAN hanya dalam suatu lokasi tertentu, misalnya satu ruangan, satu gedung atau antar gedung pada jarak  100 km.<br />
Untuk media penghubungannya WAN menggunakan satelit.<br />
Internet juga dikateorikan sebagai hubungan WAN.<br />
Contoh :<br />
- Komputer di BCA Jakarta dengan komputer di BCA Cabang Palembang.<br />
Beberapa teknologi WAN yang umum digunakan adalah<br />
- Modem<br />
- ISDN (Integrated Services Digital Network)<br />
- DSL (Digital Subsriber Line)<br />
- Frame Relay<br />
- ATM (Asynchronous Transfer Mode)<br />
- T (US) dan E (Europe) carrier Series : T1, E1, T3, E3<br />
- SONET (Synchronous Optical Network)<br />
WAN didesain untuk kebutuhan dan kondisi berikut :<br />
- Beroperasi pada area geografis luas.<br />
- Mengizinkan akses melalui interface serial dengan kecepatan medium.<br />
- Menyajikan konektivitas full-time/part-time.<br />
- Mengkoneksikan device-device yang terpisah jarak dan area global.<br />
 Tabel 1. Spesialisasi Jangkauan Komunikasi LAN-WAN<br />
JARAK ANTARA CPU	LOKASI CPU	NAMA<br />
0.1m	Printed Circuit Board<br />
Personal Data Assistant	MotherBoard<br />
Personal Area Network<br />
1.0m	Millimeter<br />
Mainframe	Computer Systems Network<br />
10m 	Ruang	Local Area Network (LAN)<br />
Ruang Kelas di PalComTech<br />
100m	Gedung	Local Area Network (LAN)<br />
PalComTech<br />
1.000m = 1km	Kampus	Local Area Network (LAN)<br />
Universitas Sriwijaya<br />
100.000m = 100km<br />
Negara	Wide Area Network (WAN)<br />
PT. Telkom Indonesia<br />
1.000.000m = 1.000km	Benua	Wide Area Network (WAN)<br />
Benua Asia<br />
10.000.000m = 10.000km	Planet	Wide Area Network (WAN)<br />
Internet<br />
100.000.000m = 100.000km	Sistem Bumi-Bulan	Wide Area Network (WAN)<br />
Bumi dan Artificial Satellites</p>
<p>1.1  Terminologi Networking<br />
1.1.5  Storage Area Network (SAN)<br />
STORAGE AREA NETWORK (SAN) adalah koneksi-koneksi server ke device-device penyimpanan melalui teknologi seperti Fibre Channel.<br />
Umumnya teknologi ini digunakan untuk penyimpanan data dari komputer di kantor-kantor cabang yang ada di beberapa propinsi ke komputer server yang ada di kantor pusat Jakarta. Sehingga semua data dari kantor cabang akan tersimpan di kantor pusat.<br />
Teknologi SAN banyak digunakan oleh Bank yang mempunyai kantor cabang tersebar di seluruh daerah.</p>
<p>1.2  Topologi Networking<br />
1.2.1  Intro<br />
Topologi menggambarkan struktur jaringan atau bagaimana jaringan didesain. Secara fisik topologi dapat didefinisikan sebagai layout aktual dari kabel-kabel (media) jaringan.<br />
Topologi fisik yang umum digunakan dalam membangun sebuah jaringan adalah :<br />
1. BUS<br />
2. RING<br />
3. STAR<br />
4. TREE<br />
5. TOKEN RING<br />
6. EXTENDED STAR<br />
7. MESH<br />
8. HIERARCHICAL</p>
<p>1.2  Topologi Networking<br />
1.2.2  Topologi BUS<br />
Topologi Bus menghubungkan peralatan jaringan ke kabel tunggal yang berjalan sepanjang jaringan. Dalam Topologi ini semua node pada bus mempunyai kontrol yang sama. Satu ujung bus merupakan head. Ujung head mengembalikan pesan ke dalam bus yang berjalan pada arah berlawanan.<br />
Pada topologi tipe ini data akan terkirim ke semua node sebelum sampai ke tujuan termasuk terkirim juga ke si pengirim data. Contoh jika PC-1 akan mengirim data ke PC-4 maka data akan menuju semua node yang ada (lihat pada gambar).<br />
Karena pada topologi ini kemungkinan tabrakan data (collision) lebih besar terjadi maka tidak dianjurkan untuk menghubungkan komputer dalam jumlah lebih dari 10 komputer dalam satu bus. Karena antrian data dalam jaringan bertopologi bus ini lebih sering terjadi.<br />
Topologi ini mempunyai karakteristik :<br />
PRINSIP KERJA	:	Data dikirim bertahap melalui komputer-komputer lain sebelum sampai tujuan.<br />
TIPE KABEL	:	Coaxial<br />
KONEKTOR	:	Soket BNC dengan Terminator BNC<br />
TRANSFER	:	10 Mbps<br />
KONSENTRATOR	:	tidak ada<br />
KEUNGGULAN<br />
:	- Mudah untuk menghubungkan peralatan ke jaringan.<br />
- Tidak membutuhkan kabel yang banyak.<br />
- Cocok untuk jaringan skala kecil.<br />
KELEMAHAN	:	- Semua koneksi akan terputus jika ada kerusakan di kabel utama.<br />
- Memerlukan terminator di kedua ujung kabel utama.<br />
- Sulit untuk mengetahui letak gangguan jika jaringan tidak koneksi.<br />
- Tidak dianjurkan untuk digunakan sebagai jaringan tunggal di gedung besar.<br />
- Memerlukan repeater untuk LAN yang berjarak jauh.</p>
<p>1.2  Topologi Networking<br />
1.2.3  Topologi RING<br />
Topologi ini membentuk suatu ring atau cincin. Peralatan dihubungkan secara berangkai dalam konfigurasi ring. Data berjalan dalam satu arah mengelilingi jaringan.<br />
Topologi ini mempunyai karakteristik :<br />
PRINSIP KERJA<br />
:	Prinsip kerja topologi ini sama persis dengan topologi BUS hanya saja data berputar mengelilingi node komputer yang terkoneksi.<br />
TIPE KABEL	:	Coaxial<br />
KONEKTOR	:	Soket BNC tanpa Terminator BNC<br />
TRANSFER	:	10 Mbps<br />
KONSENTRATOR	:	tidak ada<br />
KEUNGGULAN	:	sama dengan tolopogi bus, tidak membutuhkan terminator dikedua ujungnya.<br />
KELEMAHAN	:	sama dengan topologi bus.</p>
<p>1.2  Topologi Networking<br />
1.2.4  Topologi STAR<br />
Pada topologi ini semua peralatan yang ada pada jaringan dihubungkan ke peralatan sentral (konsentrator) yaitu HUB atau SWITCH. Konsentrator ini berfungsi sebagai pengotrol seluruh komputer yang terhubung dalam jaringan. Pada jaringan ini, hub atau switch menerima pesan dari node komputer dan menjalankannya ke node tujuan.<br />
Jika kita melihat Custumer Service di sebuah hotel yang selalu menjadi pusat informasi bagi para pengunjung atau tamu hotel baik yang baru akan menginap di hotel tersebut atau akan mengunjungi sesorang yang telah menginap dihotel tersebut. Maka Custumer Service tersebut dapat kita ibaratkan sebuah hub atau switch dalam jaringan komputer, dimana data sebelum sampai ke tujuan akan ke hub atau switch dahulu untuk menanyakan dimanakah alamat penerima data.<br />
Topologi ini mempunyai karakteristik :</p>
<p>PRINSIP KERJA	:	Prinsip kerja topologi ini data melalui sentral/konsentrator (hub/switch) kemudian sentral/konsentratorlah yang mengirim data tersebut langsung ke tujuan<br />
TIPE KABEL	:	STP / UTP<br />
KONEKTOR	:	RJ-45 (RJ = Registered Jack)<br />
TRANSFER	:	100 Mbps<br />
KONSENTRATOR	:	Hub atau Switch<br />
KEUNGGULAN	:	- Mudah dalam instalasi dan pengabelan.<br />
- Jaringan komputer tidak terganggu saat memasang/ melepas alat lain.<br />
- Mudah pengetahui gangguan dan mudah melepas peralatan-peralatan.<br />
- Minim terjadinya collision (tabrakan data).<br />
- Mudah dalam pengembangan jaringan komputer.<br />
KELEMAHAN	:	- Membutuhkan lebih banyak kabel.<br />
- Gangguan dikonsentrator  mengakibatkan semua node terganggu.<br />
- Lebih mahal karena membutuhkan hub/switch.</p>
<p>1.2  Topologi Networking<br />
1.2.5  Topologi TREE<br />
Topologi ini merupakan perpaduan karakteristik antara topologi bus dan topologi star. Group komputer bertopologi star dihubungkan ke kabel backbone yang merupakan topologi bus.<br />
Topologi tree banyak digunakan pada jaringan komputer berskala besar dimana dibutuhkan sebuah koneksi backbone untuk menggabungkan dua jaringan yang terpisah tetapi masih dalam batas LAN.<br />
Topologi ini mempunyai karakteristik :<br />
PRINSIP KERJA	:	Prinsip kerja topologi ini data melaui sentral/konsentrator (hub/switch) kemudian sentral/konsentrator lah yang mengirim data tersebut langsung ke tujuan.<br />
TIPE KABEL	:	STP/UTP dan Coaxial<br />
KONEKTOR	:	RJ-45 dan BNC<br />
TRANSFER	:	10 &amp; 100 Mbps<br />
KONSENTRATOR	:	Hub/Switch<br />
KEUNGGULAN<br />
:	- Mendukung dua topologi bus dan star.<br />
- Jangkauan LAN dapat lebih luas lagi.<br />
KELEMAHAN	:	- Kerusakan pada kabel backbone memutuskan koneksi antar bagian.<br />
- Sulit dalam konfigurasi dan pengkabelannya. </p>
<p>1.3  Media Komunikasi Networking<br />
1.3.1  Intro<br />
Media Komunikasi Networking adalah penghantar yang digunakan untuk menghubungkan dua komputer atau lebih sehingga bisa saling berkomunikasi.<br />
Jika diibaratkan data adalah sebuah mobil yang berjalan dari tempat asal ke tujuan, maka diperlukan jalan agar mobil tersebut bisa mencapai tujuannya. Semakin besar dan bagus jalan yang digunakan maka akan semakin cepat dan aman pula mobil tersebut sampai ke tujuannya.<br />
Demikian juga dalam networking, agar data bisa sampai ke tujuan diperlukan sebuah media penghubungnya. Ada dua jenis media yang banyak digunakan dalam networking. Jika dilihat dari cara transfer data maka dapat dibagi menjadi media komunikasi wireline (berkabel) dan wireless (tanpa kabel).<br />
Media komunikasi kabel yang digunakan dalam networking antara lain : Coaxial, STP, UTP, dan Fiber Optic.<br />
Sedangkan media komunikasi tanpa kabel adalah gelombang radio melalui udara.</p>
<p>1.3  Media Komunikasi Networking</p>
<p>1.3.2  Shielded Twisted Pair (STP)<br />
Dilihat dari namanya Shielded Twisted Pair, kabel networking tipe ini terdiri dari 4 pasang dawai kabel yang masing-masing pasang dipelintir.<br />
Kabel STP mengkombinasikan teknik-teknik perlindungan dan antisipasi tekukan kabel. STP yang diperuntukkan bagi instalasi jaringan ethernet memiliki resistansi atas interferensi elektromagnetik dan frekuensi radio tanpa perlu meningkatkan ukuran fisik kabel.<br />
Kabel STP memiliki kelebihan dan kekurangan persis sama dengan kabel UTP, memiliki satu hal keunggulan yakni jaminan proteksi jaringan dari interferensi-interferensi eksternal dan harganya lebih mahal dari UTP.<br />
Tidak seperti kabel Coaxial, lapisan pelindung kabel STP bukan bagian dari sirkuit data, karena itu perlu di-ground pada setiap ujungnya. Kabel STP tidak dapat dipakai dengan jarak lebih jauh tanpa bantuan device penguat (repeater).<br />
Konektor RJ-45 &amp; Tang Crimping<br />
Konektor RJ-45 digunakan untuk memasang kabel UTP dan memiliki 8 buah pin sebagai media transmisi data. Kabel UTP disusun berdasarkan warna yang telah ditentukan (urutan STRAIGHT atau CROSS) kemudian dimasukkan ke konektor RJ-45 dengan menggunakan sebuah tang khusus bernama tang crimping.<br />
Karakteristik media tipe ini :<br />
PELINDUNG  INTERFERENSI	:	ada<br />
MAKS. BANDWITH	:	100 Mbps<br />
MAKS. KABEL	:	100 meter<br />
SOKET	:	RJ-45 (RJ = Registered Jack)<br />
BIAYA	:	lebih mahal dibanding UTP<br />
TOPOLOGI FISIK	:	Star &amp; Token Ring<br />
INSTALLASI	:	lebih sulit dibanding UTP</p>
<p>1.3  Media Komunikasi Networking<br />
1.3.3  Unshielded Twisted Pair (UTP)<br />
Secara fisik, kabel UTP terdiri atas empat pasang dawai medium. Setiap pasang dipisahkan oleh lapisan pelindung. Tipe kabel ini semata-mata mengandalkan efek konselasi yang diproduksi oleh pasangan-pasangan dawai, untuk mengatasi degradasi sinyal yang disebabkan oleh EMI dan RFI.<br />
Kabel UTP memiliki banyak keunggulan. Selain mudah dipasang, ukurannya kecil, juga harganya lebih murah dibanding media lain. Satu kekurangan kabel UTP adalah rentan terhadap efek interferensi elektris yang berasal dari media atau perangkat-perangkat di sekelilingnya.<br />
Kabel UTP mempunyai ciri :<br />
PELINDUNG INTERFERENSI 	:	tidak ada<br />
MAKS. BANDWITH	:	100 Mbps<br />
MAKS. KABEL	:	100 meter<br />
SOKET	:	RJ-45 (RJ = Registered Jack)<br />
BIAYA 	:	murah<br />
TOPOLOGI FISIK	:	Star, Extended Star, Tree<br />
INSTALLASI	:	Mudah</p>
<p>Beberapa Kategori (CAT) Kabel UTP :<br />
TIPE	PENGGUNAAN<br />
CATEGORY 1	Voice (Kabel Telepon)<br />
CATEGORY 2	Data dengan bandwith hingga 4 Mbps (Local Talk)<br />
CATEGORY 3	Data dengan bandwith hingga 10 Mbps (Ethernet)<br />
CATEGORY 4	Data dengan bandwith hingga 20 Mbps (16 Mbps Token Ring)<br />
CATEGORY 5	Data dengan bandwith hingga 100 Mbps (Fast Ethernet)</p>
<p>1.3  Media Komunikasi Networking<br />
1.3.4  Coaxial<br />
Kabel Coaxcial atau populer dipanggil &#8220;coax&#8221; terdiri atas konduktor silindris melingkar yang mengelilingi sebuah kabel tembaga ini yang konduktif. Untuk LAN, kabel coaxial menawarkan beberapa keunggulan. Antara lain dapat dijalankan dengan tanpa banyak bantuan dari repeater.<br />
Kabel Coaxial ada beragam ukuran. Antara lain RG-68 (Thin Ethernet) dan RG-8 (Thick Ethernet). RG-8 diperuntukkan sebagai backbone Ethernet karena secara historis memiliki ketahanan transmisi dan daya tolak interferensi. Tipe kabel ini sering disebut dengan thicknet.<br />
Karakteristik media tipe ini :<br />
PELINDUNG INTERFERENSI 	:	ada<br />
MAKS. BANDWITH	:	10 Mbps<br />
MAKS. KABEL	:	500 meter<br />
SOKET	:	BNC (Bayonet Naval Conector)<br />
BIAYA	:	murah dibanding UTP<br />
TOPOLOGI FISIK	:	Bus<br />
INSTALLASI	:	sederhana</p>
<p>1.3  Media Komunikasi Networking<br />
1.3.5  Fiber Optic<br />
Untuk koneksi yang membutuhkan bandwitdh besar dan kualitas jaringan seperti koneksi sebuah broadband atau koneksi yang membutuhkan kecepatan akses ekstra tinggi seringkali fiber optic digunakan sebagai alternatif media komunikasi antar jaringan.<br />
Fiber optic banyak digunakan untuk jaringan telekomunikasi seperti telepon seluler. Namun media jenis ini sangat mahal dan rumit dalam installasinya.<br />
Karakteristik dan ciri-ciri media tipe ini adalah :<br />
PELINDUNG INTERFERENSI 	:	ada<br />
MAKS. BANDWITH	:	100 Mbps ~ 1 Gbps<br />
MAKS. KABEL	:	2000 meter<br />
SOKET	:	ST (Spring Loaded Twist)<br />
BIAYA	:	mahal jika<br />
TOPOLOGI FISIK	:	Bus &amp; Star<br />
INSTALLASI	:	paling rumit</p>
<p>1.3  Media Komunikasi Networking<br />
1.3.6  Wireless<br />
Satu-satunya media komunikasi dalam jaringan komputer yang tidak berupa kabel adalah media wireless. Sesuai dengan namanya, wireless tidak menggunakan kabel sebagai penghantar data tetapi menggunakan gelombang radio yang dipancarkan melalui udara.<br />
Keunggulan media wireless dibanding media komunikasi yang lain, yaitu :<br />
1. Tidak rumitnya dalam installasi karena tidak perlu<br />
    memasang kabel-kabel.<br />
2. Kecepatan akses tidak tergantung dengan besar<br />
    penampang kabel.<br />
3. Portable, artinya komputer yang menggunakan Wlan bisa<br />
   dipindah-pindahkan selama masih dalam jangkauan sinyal.<br />
4. Jumlah koneksi lebih fleksible karena tidak tergantung<br />
    dengan jumlah port, seperti pada koneksi menggunakan<br />
    kabel UTP.<br />
5. Jangkauan dan jumlah koneksi tak terbatas tergantung<br />
    kekuatan sinyal.<br />
Kekurangan wireless, antara lain :<br />
1. Kualitas sinyal akan dipengaruhi oleh provokasi udara,<br />
    artinya kualitas koneksi saat cuaca bagus akan berbeda<br />
    dengan kualitas koneksi saat cuaca buruk (jika digunakan<br />
    diluar gedung) dan akan dipengaruhi oleh batas-batas<br />
    dinding gedung.<br />
2. Mahal dalam investasi jika dibanding dengan<br />
    menggunakan kabel.<br />
3. Kemungkinan penyadapan koneksi lebih besar terjadi<br />
    dibanding menggunakan media kabel.</p>
<p>BAB II<br />
Networking</p>
<p>Overview<br />
Perkembangan networking tidak terlepas dari berkembangnya teknologi yang mendukungnya. Pertama kali networking diperkenalkan menggunakan teknologi yang masih sangat terbatas dan mahal harganya. Namun untuk saat ini teknologi untuk networking sudah sedemikian canggihnya, semakin mudah digunakan dan semakin murah harganya.<br />
Sebagai contoh jika untuk menghubungkan jaringan dengan topologi star, pada masa lalu hanya ada pilihan konsentrator HUB dengan harga yang sangat mahal, namun dimasa kini sudah ada pilihan konsentrator berupa SWITCH dengan kemampuan 10x dari HUB dan harganya sudah terjangkau.<br />
Jika dimasa lalu kita belum mengenal teknologi wireless namun sekarang kita bisa menghubungkan jaringan komputer dengan media wireless atau tanpa kabel. Jika dimasa lalu belum ada media komunikasi satelit tetapi dimasa sekarang kita bisa menggunakan media satelit untuk berbagi data antar negara.<br />
Pada bab ini kita akan membahas mengenai :<br />
1. NIC (Network Interface Card)<br />
    Membahas jenis dan fungsi NIC pada jaringan komputer.<br />
2. Modem<br />
    Membahas definisi, fungsi dan jenis modem.<br />
3. Hub<br />
    Membahas fungsi dan karakteristik hub.<br />
4. Switch<br />
    Membahas fungsi dan karakteristik switch.<br />
5. Repeater<br />
    Membahas fungsi dan karakteristik repeater dalam networking.<br />
6. Bridge<br />
    Membahas fungsi dan karakteristik sebuah bridge dalam networking.<br />
7. Gateway<br />
    Membahas fungsi dan karakteristik gateway dalam networking.<br />
6. Router<br />
    Membahas fungsi dan karakteristik Router dalam networking.<br />
&#8212;ooOoo&#8212;</p>
<p>2.1  NIC<br />
2.1.1  NIC (Network Card Interface)<br />
NIC (Network Card Interface) atau juga disebut dengan LAN Card adalah hardware/komponen komputer yang berfungsi untuk menghubungkan komputer ke jaringan.<br />
Jika dilihat cara installasinya, jenis NIC ada :<br />
1. NIC Onboard :<br />
    NIC yang telah terpasang di motherboard dari pabriknya.<br />
2. NIC Add-On :<br />
    NIC yang dipasang sendiri/tambahan di slot PCI.<br />
Jika dilihat dari teknologinya, NIC Add-On terdiri atas :<br />
1. NIC slot ISA :<br />
    mendukung soket BNC &amp; RJ-45 dan kecepatan 10 Mbps.<br />
2. NIC slot PCI :<br />
    mendukung soket RJ-45 dan kecepatan 100 Mbps.<br />
3. NIC Giganet :<br />
    mendukung soket RJ-45 dan kecepatan 1 Gbps.<br />
Didalam jaringan komputer NIC selain berfungsi sebagai penghubung komputer ke jaringan komputer, NIC berfungsi untuk menyimpan konfigurasi IP Address masing-masing komputer. Jika NIC di uninstall dari komputer, kemudian dipasang kembali maka IP Address harus disetting ulang.</p>
<p>2.2  Modem<br />
2.2.1  Modem (Modulator Demodulator)<br />
Modem adalah peralatan komputer yang berfungsi untuk mengkoneksikan komputer ke jaringan internet melalui saluran telepon standar (PSTN).<br />
Sesuai dengan namanya Modulator Demodulator, modem bekerja mengkonversi informasi digital dari komputer ke bentuk sinyal analog yang ditransmisikan melalui saluran telepon.<br />
Ditinjau dari sisi installasi hardware terdapat dua jenis modem :<br />
1. Modem External<br />
    Modem jenis ini dipasang diluar CPU melalui port Com<br />
    (Serial) atau USB (Universal Serial Bus).<br />
2. Modem Internal<br />
    Modem jenis ini dipasang didalam CPU di slot PCI<br />
    atau slot AMR<br />
Ditinjau dari kecepatannya terdapat dua jenis modem :<br />
1.	Modem Regular<br />
Modem jenis ini mempunyai kecepatan transfer data s/d 56Kbps. Jenis modem ini banyak digunakan di perumahan atau perkantoran yang hanya memiliki satu komputer terhubung ke internet. Jenis modem ini dapat dipasang dikomputer dengan koneksi External ataupun Internal.<br />
2.	Model DSL (Digital Subscriber Lines)<br />
Modem jenis ini mempunyai kecepatan transfer data diatas 64kbps. Sesuai dengan namanya, modem ini adalah modem berkecepatan tinggi. Umumnya jenis ini banyak digunakan di perkantoran yang membutuhkan transfer data cepat atau di warnet-warnet. Jenis modem ini dipasang dengan koneksi external.<br />
KECEPATAN MODEM<br />
Kecepatan modem diukur dengan satuan baud.<br />
Dari tahun ke tahun, kecepatan modem konvesional mengalami kemajuan. Mulai dari 300 baud sampai 2400, 4800, 9600, 14.400, 28.800, 33.600 hingga sekarang 56.000 Baud (56K) dengan standar V.90 sebagai standar koneksi intenet untuk modem.<br />
Kecepatan transfer download sebuah modem tidak sama persis dengan kemampuanya, sebagai contoh modem 56k mempunyai kecepatan download sebesar rata-rata 49.333 bps bukan 56.000. Hal ini dikarenakan pada saat modem melakukan koneksi ke sebuah provider internet, modem melakukan pengujian kualitas line telepon dan akan memiliki kecepatan tertinggi yang dimungkinkan.</p>
<p>2.3  Hub<br />
2.3.1  Konsentrator &#8211; Hub<br />
Hub adalah peralatan sentral yang berfungsi menghubungkan komputer-komputer atau peralatan-peralatan jaringan lainnya.<br />
Hub menerima pesan dari node pengirim dan menjalankannya ke node tujuan. Hub identik dengan topologi star. Hub terdiri dari beberapa port. Port ini digunakan untuk memasang konektor RJ-45 yang sudah dipasangi kabel UTP. Dilihat dari jumlah portnya, hub terdiri dari hub port 5, 8, 16, 24 dan 32. Salah satu port digunakan untuk hubungan antar-hub (cascading). Port yang digunakan untuk hubungan antar-hub disebut port uplink.<br />
KARAKTERISTIK DAN FITUR UTAMA HUB<br />
Hub awalnya mensupport kecepatan ethernet 10 Mbps.<br />
Namun dewasa ini banyak hub memiliki kecepatan data 100 Mbps.<br />
Beberapa jenis hub mendukung dua kecepatan 10 Mpbs / 100 Mbps atau dikenal dengan dengan dual-speed hubs.<br />
Karakteristik Hub :<br />
1.	Tergolong peralatan Layer 1 dalam OSI model (Physical layer).<br />
2.	Tidak dapat membaca paket-paket data.<br />
3.	Tidak dapat mengetahui sumber dan tujuan data.<br />
4.	Hanya berperan menerima dan meneruskan data yang masuk ke semua peralatan di jaringan termasuk yang mengirim data.<br />
5.	Dapat memperkuat sinyal elektrik data yang masuk sebelum dikirimkan ke tujuan.<br />
Secara teknis, terdapat tiga tipe hub :<br />
1.	Hub Passive<br />
Hub tipe ini hanya menerima dan mengirimkan data tanpa<br />
memperkuat sinyalnya.<br />
2.	Hub Active<br />
Hub tipe ini menerima dan mengirimkan data sekaligus memperkuat sinyal elektrik paket data.<br />
3.	Hub Intelegent<br />
Hub tipe ini selain menerima dan mengirimkan data serta memperkuat sinyal elektrik paket data, juga mempunyai kemampuan men-support manajemen secara remote via SNMP dan virtual LAN (VLAN).</p>
<p>2.4  Switch<br />
2.4.1  Konsentrator &#8211; Switch<br />
Switch adalah peralatan sentral yang juga berfungsi menghubungkan komputer-komputer atau peralatan-peralatan jaringan lainnya. Switch identik dengan hub, tetapi switch lebih &#8220;cerdas&#8221; dan memiliki performa tinggi dibanding hub.<br />
KARAKTERISTIK DAN FITUR UTAMA SWITCH<br />
Switch utamanya disajikan untuk ethernet. Memiliki konfigurasi port yang beragam dari 5 port hingga puluhan port. Juga mendukung kecepatan 10 Mbps, 100 Mbps atau keduanya (dual speed).<br />
Karakterisktik Switch :<br />
1.	Tergolong peralatan Layer 2 dalam OSI Model (Data Link Layer)<br />
2.	Dapat menginspeksi data yang diterima<br />
3.	Dapat menentukan sumber dan tujuan data<br />
4.	Dapat mengirim data ke tujuan dengan tepat sehingga akan menghemat bandwith.<br />
5.	Dapat menangani lebih dari dua port dan lebih dari dua komunikasi data dalam waktu bersamaan.</p>
<p>2.5  Repeater<br />
2.5.1  Penguat Sinyal Jaringan Komputer<br />
Repeater adalah peralatan yang berfungsi memperkuat sinyal di dalam jaringan komputer.<br />
Pada media fisik seperti ethernet, kualitas transmisi data hanya dapat bertahan dalam batas waktu dan jangkauan tertentu, selanjutnya akan mengalami penurunan sinyal. Repeater akan berusaha mempertahankan kekuatan sinyal dan mencegah penurunan sinyal hingga data sampai ke tujuan.<br />
Jika kita lihat dipinggir jalan raya ada pipa-pipa minyak. Minyak tersebut dikirim dari sumur bor menuju stasiun pengumpul terakhir.  Agar minyak tersebut tidak mengental dan tetap mengalir sampai ke stasiun akhir, diperlukan stasiun booster (untuk jaringan komputer disebut repeater) yang berfungsi memanaskan dan memompakan kembali minyak tersebut ke stasiun berikutnya. Nah&#8230; dalam jaringan komputer hal ini juga bisa berlaku, terutama untuk jaringan dalam gedung bertingkat, dimana diperlukan penguat-penguat sinyal agar data sampai ke tujuan.<br />
Repeater dapat berupa alat khusus yang diperuntukkan untuk menguatkan sinyal data (lihat gambar) tetapi kita dapat melakukan penguatan sinyal ini dengan menggunakan alat lain yang sudah umum dalam jaringan komputer. Kita dapat menggunakan Active Hubs atau Switch sebagai repeater karena hardware ini mempunyai kemampuan menguatkan sinyal dalam jaringan komputer sehingga seringkali disebut sebagai multiport repeater.<br />
Karakteristik REPEATER :<br />
Mempunyai kelemahan tidak dapat melakukan filter traffic jaringan.<br />
Data yang masuk ke port repeater akan tersebar ke segmen-segmen jaringan LAN tanpa memperhitungkan apakah data dibutuhkan atau tidak. </p>
<p>2.6  Bridge<br />
2.6.1  Penghubung Dua Jaringan (Topologi dan Media Berbeda)<br />
Bridge adalah peralatan yang berfungsi menghubungkan dua jaringan yang mempunyai media komunikasi dan topologi berbeda tetapi mempunyai protokol yang sama.<br />
Contoh, jaringan yang menggunakan kabel fiber optic bisa dihubungkan dengan jaringan kabel coaxial dan jaringan yang menggunakan topologi ring bisa dihubungkan dengan jaringan bertopologi star.<br />
Karakteristik BRIDGE :<br />
1.	Dapat memisahkan jaringan yang luas menjadi sub jaringan yang lebih kecil.<br />
2.	Dapat mempelajari alamat, meneliti paket data dan menyampaikannya.<br />
3.	Dapat mengoleksi dan melepas paket-paket diantara dua segmen jaringan.<br />
4.	Dapat mengontrol broadcast ke jaringan.<br />
5.	Dapat merawat address table.<br />
Tipe-tipe Bridge :<br />
1.	Transparent<br />
2.	Source Route (digunakan dalam jaringan Token Ring)</p>
<p>2.7  Gateway dan Proxy Server<br />
2.7.1  Gateway dan Proxy Server<br />
Gateway Server adalah komputer yang didesain sebagai pintu gerbang ke internet atau jaringan yang berbeda segmen bagi komputer-komputer client di Local Area Network.<br />
Proxy adalah fasilitas dalam gateway server yang berfungsi untuk menyimpan halaman-halaman situs/website yang pernah dikunjungi sehingga akan lebih  mempercepat browsing dan menghemat bandwith.<br />
Ibaratkan sebuah keluarga yang mempunyai Induk dan anak-anaknya. Induk bertanggung jawab penuh atas pembagian kebutuhan harian anak-anaknya. Induk juga yang bertanggung jawab atas keselamatan anak-anaknya dari gangguan orang luar. Dalam jaringan komputer induk tersebut adalah Gateway Server sedangkan anak-anaknya adalah komputer-komputer client. Selain sebagai pembagi (sharing) internet bagi komputer-komputer client, Gateway server  dapat juga berfungsi sebagai pelindung dan pengendali aktivitas internet bagi komputer-komputer client.<br />
Agar sebuah komputer dapat berfungsi sebagai Gateway Server, maka harus terpenuhi syarat-syarat sebagai berikut :<br />
1.	Mempunyai koneksi ke internet<br />
Ini adalah syarat mutlak yang harus dipenuhi,  koneksi ke internet dapat dilakukan dengan cara dial-up (modem) atau wireless ke ISP (Internet Service Provider) sebagai penyedia layanan internet.<br />
2.	Mempunyai 2 NIC (LAN Card)<br />
Jika menggunakan koneksi router ke ISP mutlak diperlukan 2 NIC didalam komputer Gateway Server. NIC 1 sebagai NIC Public yang langsung berhubungan dengan koneksi ke ISP dan mempunyai IP Address Public. Sedangkan NIC 2 sebagai NIC Local yang akan membagi internet untuk komputer-komputer client dan memiliki IP Address Private.<br />
3.	Mempunyai Software Proxy<br />
Agar si &#8220;induk&#8221; yang telah mempunyai koneksi ke internet ISP dapat membagi layanan internet (internet sharing) ke &#8220;anak-anaknya&#8221; melalui NIC 2 Local maka diperlukan software untuk melakukan internet sharing tersebut.<br />
Beberapa software yang dapat digunakan sebagai pembagi internet adalah :<br />
- ICS (Internet Connection Sharing) :: Windows 98 dan ME<br />
- Routing and Remote Access :: Windows 200x Server<br />
- Win Gate :: WIndows<br />
- Win Route :: Windows<br />
- Squid :: Linux<br />
- dll</p>
<p>2.8  Wireless LAN (W-LAN)<br />
2.8.1  Standarisasi Wireless LAN<br />
Wireless LAN adalah Jaringan komputer tanpa kabel, dalam istilah lain sering juga disebut WIFI (Wireless Fidelity) atau Nirkabel. Jika pada LAN menggunakan kabel sebagai media komunikasi dan pertukaran data maka Wireless LAN menggunakan gelombang radio sebagai media komunikasi dan pertukaran datanya.</p>
<p>Standarisasi Wireless LAN</p>
<p>Perkembangan teknologi Wireless LAN sekarang sudah semakin maju. Pemakaiannya sendiripun tidak terbatas pada komputer. Ada beberapa standarisasi Wireless LAN yang banyak beredar dipasaran, yaitu :<br />
1.       802.11<br />
802.11 adalah standarisasi wireless pertama yang dicetuskan pada tahun 1997 oleh IEEE( Institute of Electrical and Electronics Engineers). Pada awalnya 802.11 mempunyai kecepatan transfer rata-rata 2 Mbps dan bekerja pada frekuensi 2,4Ghz..</p>
<p>2.       802.11.a<br />
802.11.a merupakan pengembangan dari 802.11 yang dikeluarkan IEEE pada tahun 1999. 802.11.a mempunyai kecepatan transfer rata-rata  54 Mbps dan bekerja pada frekuensi 5 Ghz.</p>
<p>3.       802.11.b<br />
Pada tahun yang sama IEEE kembali mengeluarkan standarisasi baru wireless yaitu 802.11.b yang mempunyai keceaptan transfer rata-rata 11 Mbps dan bekerja pada frekuensi 2,4 Ghz.</p>
<p>4.       802.11.g<br />
Pada tahun 2003 IEEE muncul standarisasi wireless baru yaitu 802.11.g. Standarisasi ini menggabungkan kemampuan 802.11.a dan 802.11.b. Standarisasi 802.11.g mempunyai kecepatan tranfer rata-rata 54 Mbps dan bekerja pada  frekuensi 2,4 Ghz</p>
<p>5.       802.11.n<br />
802.11.n adalah standarisasi masa depan wireless yang mempunyai kecepatan transfer rata-rata 100-200 Mbps dan bekerja pada frekuensi 2,4 Ghz. </p>
<p>IEEE juga mengeluarkan standarisasi lain seperti 802.11.j, 802.11.h, 802.11.p, tetapi penggunaannya masih terbatas.</p>
<p>2.8  Wireless LAN (W-LAN)<br />
2.8.2  Spektrum Pada Wireless<br />
Ada dua jenis spektrum gelombang radio yang digunakan untuk komunikasi wireless, yaitu Direct Sequence Spread Spectrum (DSSS) dan Frequency Hopping Spread Spectrum (FHSS).<br />
Perbedaan antara kedua spektrum ini adalah pada cara memproses data. Pada FHSS frekuensi sinyal pembawa data akan berpindah sesuia dengan pola tertentu, dan biasanya menggunakan 4 buah frekuensi secara bersamaan.</p>
<p>Sedangkan pada spektrum DSSS data yang dikirim akan dibagi menjadi paket-paket data kecil dan akan dikirimkan melalui frekuensi frekuensi yang berbeda.</p>
<p>Dari perbedaan dua spektrum itu tersebut bisa kita amati bahwa pola pengiriman data DSSS akan menghasilkan proses transfer data yang lebih cepat karena menggunakan frekuensi yang tidak terbatas, sedangkan FHSS hanya menggunakan 4 frekuensi.</p>
<p>2.8  Wireless LAN (W-LAN)<br />
2.8.3  Frekuensi Pada Wireless<br />
Secara umum Wireless bekerja pada frekuensi 2,4 – 2,483 Ghz yang dikenal sebagai frekuensi bebas. Karena padatnya frekuensi ini maka digunakan frekuensi lain untuk mengatasi masalah kepadatan ini, yaitu frekuensi 5 Ghz.</p>
<p>2.8  Wireless LAN (W-LAN)<br />
2.8.4  Chanel Pada Wireless<br />
Jika frekuensi diibaratkan sebuah jalan, maka chanel sebagi jalur pemisah jalan tersebut. Semakin lebar jalan maka semakin banyak jalur yang ada. Artinya banyaknya chanel pada Wireless LAN tergantung dengan besarnya frekuensi.<br />
Chanel berfungsi untuk menjaga komunikasi data pada Wireless LAN agar berjalan dengan baik tanpa terjadi tabrakan data.</p>
<p>2.8  Wireless LAN (W-LAN)<br />
2.8.5  Aturan Pada Wireless<br />
Ada beberapa aturan dalam Wireless LAN yang harus kita perhatikan agar jaringan Wireless LAN kita berjalan dengan baik, diantaranya :<br />
1.       Semua perangkat Wireless harus bekerja pada frekuensi yang sama<br />
2.       Meskipun merk atau pabrik pembuat Wireless berbeda Wireless masih bisa digunakan secara bersamaan jika standarisasinya juga sama.<br />
3.       SSID harus sama<br />
SSID (Service Set Identifier) adalah identitas sebuah jaringan atau nama dari Wireless Lan. </p>
<p>2.8  Wireless LAN (W-LAN)<br />
2.8.6  Perangkat Wireless LAN<br />
Untuk membagun Wireless LAN kita membutuhkan perangkat-perangkat pendukung jaringan , adapun perangkat-perangkat tersebut adalah :<br />
1.       Wireless<br />
Bentuk Wireless dibedakan menjadi beberapa bagian, yaitu :<br />
a.       Wireless LAN Card<br />
Agar komputer dapat terhubung kedalam jaringan Wireless , maka komputer harus dipasang Wireless LAN Card atau ethernet Card dan biasanya dipasang pada slot PCI .<br />
b.       Wireless USB<br />
Wireless USB dibuat agar lebih mudah dalam pemasangannya di komputer atau laptop, tanpa harus membuka casing komputer. Saat ini ada dua jenis wireless USB yang beredar dipasaran, yaitu Wireless USB Adapter dan Wireless USB Stick.<br />
c.       Wireless PCMCIA<br />
Wireless yang digunakan pada laptop dan dipasang pada slot PCMCIA.<br />
d.   Access Point<br />
Access Point adalah perangkat Wireless yang berguna untuk menghubungkan komputer-komputer dalam sebuah jaringan, fungsinya hampir sama seperti Hub/Swict pada LAN. Sebuah Access Point biasanya sudah dilengkapi dengan Firewall, dan dapat berfungsi sebagai DHCP Server/Client.</p>
<p>2.8  Wireless LAN (W-LAN)<br />
2.8.7  Topologi Pada Wireless<br />
Pada jaringan LAN kita mengenal adanya toplogi Bus, Ring, Star dan lain-lain. Pada jaringan Wireless hanya ada 2 topologi jaringan, yaitu :<br />
1.       Topologi Ad Hoc<br />
Topologi pada Wireless LAN untuk menghubungkan antar komputer secara langsung tanpa menggunakan Acces Point.<br />
2.       Topologi Infrastructure<br />
Topologi pada Wireless LAN untuk menghubungkan antar komputer dengan menggunakan Access Point.</p>
<p>2.8  Wireless LAN (W-LAN)<br />
2.8.8  Keunggulan dan Kelemahan Wireless<br />
1.       Keunggulan Wireless<br />
•         Biaya pemeliharaan murah<br />
•         Pembagunan jaringan cepat<br />
•         Mudah dikembangkan<br />
•         Mudah dan murah untuk direlokasi<br />
•         Infrastruktur berdimensi kecil</p>
<p>2.       Kelemahan Wireless<br />
•         Biaya peralatan mahal<br />
•         Keamanan data rentan<br />
•         Interferensi gelombang radio<br />
•         Delay yang sangat besar</p>
<p>2.8  Wireless LAN (W-LAN)<br />
2.8.9  Bahan-Bahan yang Berpengaruh Terhadap Wireless LAN<br />
Bahan atau material yang ada disekeliling kita mempunyai pengaruh yang besar terhadap Jaringan Wireless, bahan-bahan tersebut yaitu :</p>
<p>Nama Bahan	Hambatan	Contoh<br />
Kayu	Kecil	Ruangan berdinding/sekat kayu dan triplek<br />
Bahan Sintetis	Kecil	Sekat dengan bahan plastik<br />
Asbes	Kecil	Langit-langit / atap<br />
Air	Sedang	Akuarium<br />
Tembok	Sedang	Dinding<br />
Keramik	Tinggi	Lantai, dinding keramik<br />
Bahan memantul	Sangat tinggi	Cermin<br />
Besi	Sangat tinggi	Lift, meja, filling cabinet</p>
<p>BAB III<br />
Prosedur Pngkabelan Networking</p>
<p>Overview<br />
Berbicara mengenai networking tak terlepas dari bahasan mengenai media apa yang akan digunakan sebagai penghantar datanya.<br />
Kabel UTP adalah kabel yang paling banyak digunakan sebagai media penghantar dalam jaringan komputer karena selain harganya murah juga mudah dalam konfigurasinya. Untuk kita bahasan kita hanya pada cara mengkonfigurasi kabel jaringan menggunakan kabel jenis UTP.<br />
Perlu kita perhatikan bahwa konfigurasi warna kabel pada UTP menentukan kecepatan proses transfer data, jika konfigurasi dilakukan sembarang akan berakibat tidak sempurnanya transfer data dalam jaringan.<br />
Ada dua jenis konfigurasi yang sering digunakan untuk tipe kabel ini, yakni :<br />
1. STRAIGHT TROUGH<br />
2. CROSSOVER<br />
Urutan konfigurasi warna kabel STRAIGH dan CROSS yang akan kita bahas berdasarkan Standar EIA/TIA-568B.<br />
Pemilihan jenis konfigurasi ini disesuaikan dengan kebutuhan untuk apa kabel UTP ini akan digunakan apakah untuk menghubungkan komputer ke switch, untuk menghubungkan antar switch atau untuk menghubungkan ke peralatan jaringan yang lainnya.</p>
<p>3.1  Kabel Straight<br />
3.1.1  Fungsi dan Kegunaan<br />
Jenis konfigurasi kabel straight digunakan untuk menghubungkan peralatan-peralatan dalam jaringan seperti terlihat pada gambar.<br />
Prinsipnya semua peralatan yang mempunyai IP address jika akan dihubungkan ke konsentrator seperti hubs atau switch membutuhkan jenis konfigurasi kabel straight.<br />
Berikut adalah urutan pin pada kedua ujung RJ-45 yang terhubung saat kita menggunakan tipe kabel STRAIGHT.<br />
Ujung A		Ujung B<br />
1		1<br />
2		2<br />
3		3<br />
4		4<br />
5		5<br />
6		6<br />
7		7<br />
8		8<br />
Pin yang mutlak harus terhubung karena sebagai penghantar sinyal data adalah pin 1, 2, 3 dan 6. </p>
<p>3.1  Kabel Straight<br />
3.1.2  Prosedur Urutan Warna<br />
Untuk kecepatan transfer 100 Mbps, konfigurasi warna yang dianjurkan pada kedua ujung RJ-45 seperti terlihat pada gambar.<br />
Berikut adalah urutan untuk membuat kabel tipe ini :<br />
1.	Potonglah kulit luar kabel UTP kira-kira 2 cm.<br />
2.	Uraikan kedelapan kawat dari pasangannya.<br />
3.	Luruskan masing-masing kedelapan kawat yang telah diuraikan.<br />
4.	Urutkan sesuai konfigurasi warna yang telah ditentukan untuk kabel STRAIGHT.<br />
5.	Luruskan ulang kawat bersama-sama, kemudian dipotong rata sepanjang 1 cm.<br />
6.	Masukkan kabel yang telah dipotong ke soket RJ-45. Pastikan ujung-ujungnya rata di soket RJ-45.<br />
7.	Crimping RJ-45 yang telah dimasukkan kabel UTP.<br />
8.	Test kabel dengan Network Cable Tester.<br />
Keterangan warna :<br />
OP = Orange Putih<br />
O   = Orange<br />
HP = Hijau Putih<br />
H   = Hijau<br />
BP = Biru Putih<br />
B   = Biru<br />
CP = Coklat Putih<br />
C   = Coklat</p>
<p>Skill Test &#8211; Membuat Kabel Tipe Straight</p>
<p>Siswa ditugaskan untuk membuat kabel tipe STRAIGHT dalam waktu 15 menit. Masing-masing siswa harus membawa 2 pcs RJ-45.</p>
<p>3.2  Kabel Cross<br />
3.2.1  Fungsi dan Kegunaan<br />
Jenis konfigurasi kabel CROSS digunakan untuk menghubungkan peralatan-peralatan dalam jaringan seperti terlihat pada gambar.<br />
Prinsipnya adalah jika kita akan menghubungkan antar peralatan dalam jaringan yang mempunyai IP Address maka kita membutuhkan tipe kabel ini. Atau jika kita ingin menghubungkan antar hubs atau switch (dikenal dengan istilah cascading) maka kita membutuhkan tipe kabel cross ini.<br />
Berikut adalah urutan pin pada kedua ujung RJ-45 yang terhubung saat kita menggunakan tipe kabel CROSS.<br />
Ujung A		Ujung B<br />
1		3<br />
2		6<br />
3		1<br />
4		4<br />
5		5<br />
6		2<br />
7		7<br />
8		8<br />
Pin yang mutlak harus terhubung karena sebagai penghantar sinyal data adalah pin 1, 2, 3 dan 6. Untuk kabel cross pin yang terkoneksi adalah 1236 &#8211; 3612</p>
<p>3.2  Kabel Cross<br />
3.2.2  Prosedur Urutan Warna<br />
Untuk kecepatan transfer 100 Mbps, konfigurasi warna yang dianjurkan untuk kedua ujung RJ-45 seperti pada gambar.<br />
Berikut adalah urutan untuk membuat kabel tipe ini :<br />
1.	Potonglah kulit luar kabel UTP kira-kira 2 cm.<br />
2.	Uraikan kedelapan kawat dari pasangannya.<br />
3.	Luruskan masing-masing kedelapan kawat yang telah diuraikan.<br />
4.	Urutkan sesuai konfigurasi warna yang telah ditentukan untuk kabel CROSS.<br />
5.	Luruskan ulang kawat bersama-sama, kemudian dipotong rata sepanjang 1 cm.<br />
6.	Masukkan kabel yang telah dipotong ke soket RJ-45. Pastikan ujung-ujungnya rata di soket RJ-45.<br />
7.	Crimping RJ-45 yang telah dimasukkan kabel UTP.<br />
8.	Test kabel dengan Network Cable Tester.</p>
<p>Skill Test &#8211; Membuat Kabel Tipe Cross</p>
<p>Siswa ditugaskan untuk membuat kabel tipe CROSS dalam waktu 15 menit. Masing-masing siswa harus membawa 2 pcs RJ-45.</p>
<p>3.3  Tools<br />
3.3.1  Tools<br />
Tools atau peralatan yang dibutuhkan untuk membuat kabel jaringan menggunakan tipe kabel UTP adalah :<br />
1.	Cable Stripper/Cutter (Pengupas Kabel)<br />
Alat ini desain khusus untuk keperluan mengupas kulit kabel UTP. Kita bisa menggunakan cutter biasa namun resiko terkelupasnya kulit pada kabel intinya akan lebih besar terjadi.<br />
2.	Crimping Tools (Tang Crimping RJ-45)<br />
Setelah kabel UTP dikupas kulit luarnya kemudian diurutkan sesuai dengan konfigurasi yang dipilih maka untuk mengunci kabel UTP tersebut pada soket RJ-45 diperlukan alat ini.<br />
3.	Network Cable Tester<br />
Setelah kabel terpasang disoket RJ-45, sebelum digunakan pada jaringan haruslah diperiksa terlebih dahulu dengan alat ini. Jika kedelapan lampu pada masing-masing ujungnya nyala, maka kabel yang telah kita buat siap untuk digunakan.</p>
<p>BAB IV<br />
Bilangan-bilangan Networking</p>
<p>Overview<br />
Sebelum mengenal IP Address pada komputer yang terhubung ke jaringan, ada baiknya kita berkenalan dulu dengan bilangan-bilangan komputer. Karena untuk menjadi seorang administrator jaringan adalah mutlak diperlukan pengetahuan mengenai bilangan-bilangan komputer dan cara konversinya.</p>
<p>Pada bab ini kita akan mempelajari :<br />
1. Konversi antar Bilangan Desimal &gt; lihat gambar.<br />
Angka desimal 192 didapat dari penjumlahan angka yang di arsir (128+64).<br />
Untuk lebih jelas perhatikan gambar !</p>
<p>BAB V<br />
IP Address Netmarking</p>
<p>Overview<br />
TCP/IP (Transmission Control Protocol/Internet Protocol) adalah protokol standar yang dirancang untuk mengatur komunikasi data dalam hubungan antarkomputer, baik intranet maupun internet.<br />
Protokol ini dikembangkan oleh U.S. Departement of Defense (DoD) atau Departemen Pertahanan Amerika Serikat. Penelitian protokol TCP/IP ini dimulai tahun 1969.<br />
Ibarat sebuah bahasa internasional, protokol ini dapat digunakan untuk berbagai flatform komputer : Windows, Linux, Macintosh dan Novell Netware.<br />
Pada Microsoft Windows, pengaturan TCP/IP terdiri dari beberapa bagian, antara lain IP Address, Subnet Mask, Default Gateway, DNS Server dan WINS Server.</p>
<p>5.1  IP Address<br />
5.1.1  Definisi dan Format Penulisan<br />
IP (Internet Protocol) Address adalah nomor alamat unique yang diberikan pada sebuah komputer/peralatan yang terhubung dalam jaringan komputer.<br />
Unique artinya masing-masing alamat hanya dimiliki oleh satu komputer/peralatan dalam jaringan sehingga tidak ada sebuah nomor IP Address yang dimiliki oleh dua komputer/peralatan bersamaan dalam sebuah Local Area Network.<br />
FORMAT PENULISAN IP ADDRESS<br />
Format penulisan IP Address versi 4 (IPv4) yang ditulis dalam notasi titik bilangan desimal adalah sebagai berikut : </p>
<p>                                             xxx.yyy.zzz.www<br />
dimana :<br />
xxx = adalah angka dari 1 s/d 223<br />
         (oktet pertama merupakan penentu kelas IP Address)<br />
yyy, zzz dan www = adalah angka dari 1 s/d 254<br />
Contoh<br />
IP Address dalam bentuk notasi titik bilangan desimal (dotted-decimal notation) :<br />
                                               132.168.128.17<br />
Jika kita konversikan ke dalam 4 bagian 32 bit bilangan biner yang disebut OKTET menjadi :<br />
                         10000100.10100011.10000000.00010001<br />
Dan jika kita tulis dalam bentuk 32 bit bilangan biner menjadi :<br />
                          10000100101000111000000000010001</p>
<p>5.1  IP Address<br />
5.1.2  Klasifikasi IP Address<br />
IP Address dikelompokkan menjadi 5 kelas yaitu : A, B, C, D dan E.<br />
Kelas yang umum digunakan adalah kelas A, B dan C.<br />
Kelas D digunakan untuk multicast sedangkan kelas E dicadangkan untuk keperluan eksprimental.<br />
Kelas IP Address dilihat dengan alamat awal dan akhir-nya :<br />
CLASS	RANGE OKTET PERTAMA	ALAMAT AWAL	ALAMAT AKHIR<br />
A	1 &#8211; 126	xxx.0.0.1	xxx.255.255.254<br />
B	128 &#8211; 191	xxx.xxx.0.1	xxx.xxx.255.254<br />
C	192 &#8211; 223	xxx.xxx.xxx.1	xxx.xxx.xxx.254<br />
Catatan :<br />
1.	IP address dengan alamat 127.0.0.1 tidak dapat digunakan karena merupakan IP address loopback, yaitu IP yang digunakan oleh sebuah komputer untuk mengkoneksikan dirinya sendiri atau alamat localhost.<br />
2.	Dalam pengalamat IP Address, angka 255 tidak dapat digunakan sebagai alamat sebuah host kelas C karena digunakan sebagai alamat Broadcast, yaitu alamat akhir IP Address dalam jaringan.</p>
<p>5.1  IP Address<br />
5.1.3  Terminologi IP Address<br />
Berdasarkan penggunaannya, IP address terbagi menjadi :<br />
1.	IP Address Public<br />
adalah IP address yang digunakan untuk berkomunikasi langsung dengan internet.</p>
<p>IP jenis ini :<br />
a. Harus daftarkan ke ICANN<br />
   (Internet Corporation for Assigned Names and Numbers) atau InterNIC.<br />
b. Ada biaya registrasinya.</p>
<p>IP Address Public banyak digunakan pada webserver, e-mail server dan gateway/proxy server.<br />
2.	IP Address Private<br />
adalah IP address yang digunakan untuk komunikasi tidak langsung ke internet atau untuk Local Area Network.</p>
<p>IP jenis ini : tidak perlu didaftarkan dan gratis.</p>
<p>Walaupun pada prakteknya untuk LAN kita dapat menggunakan IP Address Prvate dengan angka bebas sesuai dengan kelas yang kita inginkan, namun ICANN memberikan format IP adress yang telah direkomendasikan untuk penggunaan private, yakni :</p>
<p>CLASS	FORMAT IP ADDRESS PRIVATE<br />
A	10.x.x.x<br />
B	172.16.x.x<br />
C	192.168.x.x<br />
3.<br />
Berdasarkan cara konfigurasinya, IP Address dibagi menjadi :<br />
1.	IP Address Dynamic<br />
adalah IP Address yang diberikan sementara oleh sebuah server DHCP kepada komputer client.</p>
<p>Jadi komputer client akan mendapatkan IP Address secara otomatis yang diberikan oleh Server DHCP. Sehingga bisa jadi IP Address client akan selalu berganti saat koneksi ke LAN. Tipe IP Address ini umumnya digunakan untuk komputer dengan jumlah yang besar dimana tidak memungkinkan lagi melakukan setting IP Address masing-masing client secara manual.</p>
<p>Penggunaan IP Address dynamic antara lain saat kita koneksi ke internet menggunakan modem ke ISP.<br />
2.	IP Address Static<br />
adalah IP Address yang diberikan secara tetap kepada komputer client.</p>
<p>Komputer client disetting IP Addressnya secara manual. Untuk LAN yang berskala kecil penggunaan IP Address Static masih banyak digunakan.</p>
<p>5.2  Subnet Mask<br />
5.2.1  Fungsi dan Format<br />
Subnet Mask adalah nomor yang dikombinasikan dengan IP Address untuk menunjukkan identitas jaringan dimana komputer berada apakah dijaringan lokal atau berada di jaringan global.<br />
Subnet mask juga digunakan untuk membedakan Network ID dan Host ID.<br />
Subnet mask terdiri dari 32 bit bilangan biner yang penulisannya terdiri dari 4 kelompok yang dipisahkan masing-masing oleh titik.<br />
Nomor yang digunakan dari 0 sampai 255. Default subnet mask menggunakan salah satu nomor 0 dan 255, tetapi bisa juga menggunakan nomor yang lain.<br />
Pemakaian Subnet Mask dibagi menjadi tiga kelas dan disesuaikan dengan kelas IP Address yang dipakai dapat dilihat seperti tabel berikut.<br />
CLASS	RANGE OKTET PERTAMA	SUBNETMASK	NETWORK &amp; HOST ID<br />
A	1 &#8211; 126	255.0.0.0	nnn.hhh.hhh.hhh<br />
B	128 &#8211; 191	255.255.0.0	nnn.nnn.hhh.hhh<br />
C	192 &#8211; 223	255.255.255.0	nnn.nnn.nnn.hhh</p>
<p>Format Setting Subnet Mask<br />
NO. MASK	RANGE IP ADDRESS	JUMLAH HOST<br />
0	X.X.X.0 &#8211; X.X.X.255	254<br />
192	X.X.X.0 &#8211; X.X.X.63	62<br />
224	X.X.X.0 &#8211; X.X.X.31	30<br />
240	X.X.X.0 &#8211; X.X.X.15	14<br />
248	X.X.X.0 &#8211; X.X.X.7	6<br />
252	X.X.X.0 &#8211; X.X.X.3	2<br />
Apa fungsi Subnet Mask dalam jaringan komputer ?<br />
Sebagai contoh sebuah komputer dalam jaringan menggunakan IP Address kelas C 192.168.1.1 dengan subnet mask 255.255.255.0. artinya komputer tersebut bisa saling berkomunikasi dengan semua IP Address dari 192.168.1.2 s/d 192.168.1.254. Mengapa ? Ingatlah jika menggunakan IP Address kelas C maka format subnet mask nya adalah nnn.nnn.nnn.hhh. Oktet ke empat dari subnet mask tersebut menunjukkan host/komputer yang bisa terkoneksi. Jika angkanya 0 artinya semua host/komputer bisa saling terkoneksi.<br />
Bagaimana jika dalam jaringan tersebut masing-masing komputer menggunakan format subnet mask 255.255.255.192 ? Maka hanya komputer ber-IP Address 192.168.1.1 s/d 192.168.1.62 yang bisa saling berkomunikasi.</p>
<p>5.2  Subnet Mask<br />
5.2.2  Network ID dan Host ID<br />
IP Address dilihat dengan format Network dan Host ID-nya :<br />
CLASS	RANGE OKTET PERTAMA	NETWORK ID	HOST ID<br />
A	1 &#8211; 126	xxx	yyy.zzz.www<br />
B	128 &#8211; 191	xxx.yyy	zzz.www<br />
C	192 &#8211; 223	xxx.yyy.zzz	www<br />
IP Address dilihat dengan jumlah network dan hostnya :<br />
CLASS	RANGE OKTET PERTAMA	JUMLAH NETWORK	JUMLAH HOST<br />
A	1 &#8211; 126	128 (2 reserved)	16.777.214<br />
B	128 &#8211; 191	16.384	65.534<br />
C	192 &#8211; 223	2.097.152	254<br />
Perhatikan IP Address berikut : 132.163.128.17<br />
:: Kelas berapakah IP address tersebut ?<br />
   Jawab :<br />
   CLASS B (karena oktet pertama-nya berada pada range 128 &#8211; 191)<br />
:: Manakah yang merupakan Network ID-nya ?<br />
   Jawab :<br />
   Karena kelas B network ID-nya adalah oktet pertama dan kedua,<br />
   maka network ID dari alamat tersebut adalah 132.163<br />
:: Manakah yang merupakan Host ID-nya ?<br />
   Jawab :<br />
   Karena kelas B Host ID-nya adalah oktet ketiga dan ke-empat,<br />
   maka network ID dari alamat tersebut adalah 128.17<br />
Sekarang akan kita bahas peranan dan fungsi Network dan Host ID ini.<br />
Class A<br />
Jika dalam jaringan, sebuah komputer mempunyai IP Address kelas A, misalkan : 10.1.1.1 maka yang merupakan nomor Network ID-nya adalah 10 dan nomor Host ID-nya adalah 1.1.1 sehingga jika dilihat format Network dan host ID-nya adalah : nnn.hhh.hhh.hhh<br />
catatan : nnn = network, hhh = host<br />
Artinya, dalam jaringan komputer kelas A mereka bisa saling berkomunikasi jika nomor Network ID satu dengan yang lainnya sama, walau nomor Host ID-nya berbeda-beda, itulah mengapa untuk kelas A bisa terkoneksi sebanyak 16.777.214 komputer/host untuk satu nomor Network ID.<br />
Contoh :<br />
IP Address 10.1.1.1 bisa berkomunikasi langsung dengan IP Address 10.2.2.2, 10.3.3.3 atau  bahkan dengan 10.254.254.254 tetapi tidak bisa berkomunikasi langsung dengan IP Address 11.1.1.1<br />
Class B<br />
Jika dalam jaringan, sebuah komputer mempunyai IP Address kelas B, misalkan : 128.17.1.1 maka yang merupakan nomor Network ID-nya adalah 128.17 dan nomor Host ID-nya adalah 1.1 sehingga jika dilihat format Network dan host ID-nya adalah : nnn.nnn.hhh.hhh<br />
Artinya jika kita mempunyai sebuah IP Address 128.1.1.1 maka hanya bisa berkomunikasi langsung dengan alamat berformat 128.1.x.x misal dengan 128.1.2.1 tetapi tidak bisa dengan 128.2.1.1. Sehingga jumlah host yang bisa terhubung dengan kelas B ini adalah 65.534<br />
Class C<br />
Jika dalam jaringan, sebuah komputer mempunyai IP Address kelas C, misalkan : 192.168.1.1 maka yang merupakan nomor Network ID-nya adalah 192.168.1 dan nomor Host ID-nya adalah 1 sehingga jika dilihat format Network dan host ID-nya adalah : nnn.nnn.nnn.hhh<br />
Artinya jika kita mempunyai sebuah IP Address 192.168.1.1 maka hanya bisa berkomunikasi langsung dengan alamat berformat 192.168.1.x misal dengan 192.168.1.1 tetapi tidak bisa dengan 192.168.2.1. apalagi ke lain kelas 10.10.10.1<br />
Sehingga jumlah host yang bisa terhubung dengan satu format kelas C ini adalah 254.</p>
<p>5.3  Konfigurasi IP Address<br />
5.3.1  Langkah &#8211; Langkah Konfigurasi IP Address<br />
Konfigurasi IP Address di Windows XP<br />
1. Klik kanan MY NETWORK PLACE di desktop &gt; PROPERTIES<br />
   &gt; Maka akan tampil sebegai berikut : [1]<br />
2. Selanjutkan akan tampil : [2]<br />
    &gt; klik kanan LOCAL AREA CONNECTIONS &gt; PROPERTIES<br />
3. Selanjutkan akan tampil : [3]<br />
   &gt; klik ganda pada INTERNET PROTOCOL (TCP/IP)<br />
   atau<br />
   &gt; klik INTERNET PROTOCOL (TCP/IP) &gt; pilih PROPERTIES<br />
4. Selanjutkan akan tampil : [4]<br />
    &gt; Klik pada USE THE FOLLOWWING IP ADDRESS<br />
    &gt; Isilah IP Address pada kolom IP Address<br />
    &gt; Isilah Subnetmask nya.<br />
       Saat mouse kita klik ke kolom subnetmask maka akan<br />
       terisi secara otomatis sesuai dengan kelas dari IP Address<br />
      (Windows 2000 Server, Windows XP, Windows 2003 Server).<br />
5. Selanjutkan klik OK &gt; OK<br />
Maka IP Address komputer kita sudah tersetting, untuk mengetahui apakah kita telah benar melakukan prosedur ini, lakukan pengujian untuk melihat IP Address komputer. Lihat di Command untuk IP Address.</p>
<p>5.4  Command untuk IP Address<br />
5.4.1  Melihat IP Address Komputer &amp; Koneksi Jaringan<br />
IPCONFIG<br />
Kadangkala kita belum mengetahui berapa nomor IP Address komputer yang sedang kita gunakan.<br />
Berikut adalah langkah-langkah untuk MENGETAHUI IP ADDRESS KOMPUTER.<br />
1. Klik START &gt; RUN &gt; ketik COMMAND atau CMD (Win XP) &gt; enter<br />
2. Akan tampil layar Command Prompt &gt; ketik IPCONFIG /all &gt; enter<br />
3. Maka akan tampil informasi mengenai IP Address komputer yang sedang dipakai.<br />
PING (Packet Internet Gropher)<br />
Bagaimana caranya untuk mengetahui apakah koneksi jaringa kita ke komputer lainnya dalam kondisi bagus ?<br />
Berikut adalah langkah-langkah untuk mengetahui kualitas jaringan komputer kita.<br />
1. Klik START &gt; RUN &gt; ketik COMMAND atau CMD (Win XP) &gt; enter<br />
2. Akan tampil layar Command Prompt &gt; ketik PING ipaddress_tujuan &gt; enter<br />
3. Maka akan tampil informasi mengenai koneksi komputer kita ke komputer tujuan.<br />
Ini adalah kemungkinan-kemungkinan hasil command PING :<br />
1. &#8220;Refly from ip_tujuan: bytes=32 time artinya koneksi komputer kita ke komputer ip_tujuan bagus<br />
2. &#8220;Request timed out&#8221; atau &#8220;Destination host unreacheble&#8221;<br />
    =&gt; artinya tidak adanya koneksi ke komputer ip_tujuan<br />
         bisa karena tidak satu kelas dan satu network ID atau kabel tidak terpasang</p>
<p>5.5  Study Case<br />
5.5.1  Study Case &#8211; Konfigurasi IP Address<br />
CASE 1 &#8211; IP Address dengan Class sama, Network ID berbeda<br />
Siswa dibagi menjadi beberapa kelompok, masing-masing kelompok akan mengkonfigurasi IP Address komputernya dengan konfigurasi sebagai berikut :<br />
Kelompok 1 : IP Address Class C : 192.168.1.x subnetmask 255.255.255.0<br />
Kelompok 2 : IP Address Class C : 192.168.2.x subnetmask 255.255.255.0<br />
Kelompok 3 : IP Address Class C : 192.168.3.x subnetmask 255.255.255.0<br />
Kemudian lakukan pengujian koneksi jaringan dengan perintah PING ke IP tujuan.<br />
Bagaimana hasilnya ?<br />
CASE 2 &#8211; IP Address dengan Class berbeda<br />
Masing-masing kelompok melakukan konfigurasi IP Address komputer sebagai berikut :<br />
Kelompok 1 : IP Address Class A : 10.x.x.x subnetmask 255.0.0.0<br />
Kelompok 2 : IP Address Class B : 172.16.x.x subnetmask 255.255.0.0<br />
Kelompok 3 : IP Address Class C : 192.168.1.x subnetmask 255.255.255.0<br />
Kemudian lakukan pengujian koneksi jaringan dengan perintah PING ke IP tujuan.<br />
Bagaimana hasilnya ?<br />
CASE 3 &#8211; IP Address dengan Class sama, Network ID sama<br />
Masing-masing kelompok melakukan konfigurasi IP Address komputer sebagai berikut :<br />
Kelompok 1 : IP Address Class C : 192.168.1.1 subnetmask 255.255.255.0<br />
Kelompok 2 : IP Address Class C : 192.168.1.2 subnetmask 255.255.255.0<br />
Kelompok 3 : IP Address Class C : 192.168.1.3 subnetmask 255.255.255.0<br />
Kemudian lakukan pengujian koneksi jaringan dengan perintah PING ke IP tujuan.<br />
Bagaimana hasilnya ?</p>
<p>Simpulkanlah hasil dari pengujian ketiga koneksi tersebut !</p>
<p>BAB VI<br />
Dasin Networking</p>
<p>Overview<br />
Untuk mendapatkan hasil yang maksimal dari instalasi sebuah jaringan komputer, maka sangat dianjurkan untuk membuat sebuah rancangan atau desain jaringan komputer sebelum instalasi jaringan tersebut dilaksanakan.<br />
Mengapa ?<br />
Adalah wajar jika seseorang yang akan berjalan disuatu daerah yang tidak dikenalnya sangat membutuhkan peta atau petunjuk sehingga dirinya tidak akan tersesat. Nah&#8230; begitu juga jika seseorang ditugaskan untuk melakukan installasi sebuah jaringan komputer, dia membutuhkan petunjuk mengenai komputer mana saja yang akan dihubungkan ke jaringan, berapa ip addressnya, berapa jumlah switch dan switch yang berapa port kah yang akan digunakan, kemana saja kah jalur-jalur koneksi yang akan dibuat, berapa meter perkiraan kabel yang akan dipakai, dan lain sebagainya.<br />
Pada bahasan kali ini kita akan mencoba mendesain sebuah jaringan komputer untuk gedung berlantai tiga dengan menggunakan software Microsoft Visio.<br />
Ok selamat mencoba !</p>
<p>6.1  Survey Lokasi<br />
6.1.1  Apa saja yang harus dilakukan ?<br />
Sebelum kita melakukan desain jaringan untuk sebuah gedung, sangat dianjurkan untuk mengetahui secara langsung lokasi gedung yang akan dirancang jaringan komputernya tersebut dengan melakukan survey lokasi.. Karena kesuksesan survey akan menentukan berhasil tidaknya installasi jaringan komputer yang kelak akan dilaksanakan.<br />
Walaupun desain sebuah jaringan komputer dapat dilakukan tanpa melakukan survey terlebih dahulu tetapi hasil yang yang didapatkan tidak akan se-akurat jika survey terlebih dahulu.<br />
Apa saja yang akan kita dapatkan setelah melaksanakan survey lokasi ?<br />
1.	Mengetahui kondisi fisik gedung yang akan kita pasang jaringan komputer ini apakah berlantai 1, berlantai 2 ataupun lebih.<br />
2.	Mengetahui bentuk ruang atau ruang-ruang apa saja yang ada.<br />
3.	Megetahui dimana saja letak komputer dan peralatan yang akan dipasang jaringan.<br />
4.	Mengetahui letak peralatan-peralatan penghasil medan elektromagnetik seperti motor atau genset jika ada.<br />
5.	Mengetahui apakah dinding gedung dapat ditembus dengan bor jika nanti harus dilakukan.<br />
6.	Mengetahui anggaran biaya installasi jaringan komputernya. </p>
<p>BAB 7<br />
Sistem Operasi Server<br />
Overview<br />
Dalam jaringan komputer server-client sebuah komputer server diperlukan untuk memberikan service atau layanan-layanan dalam Local Area Network (LAN) seperti fasitas sharing internet, webserver, ftp server, e-mail server, IRC server dan lain sebagainya.</p>
<p>Untuk melaksanakan tugas sebagai server tersebut, sebuah komputer membutuhkan sistem operasi yang telah dirancang khusus untuk keperluan tersebut. Adapun jenis-jenis sistem operasi server yang dapat digunakan antara lain :<br />
- Free BSD<br />
- Linux<br />
- Novell Netware<br />
- Unix<br />
- Xenix<br />
- Windows NT 4 (New Technology)<br />
- Windows 2000 Server<br />
- Windows 2003 Server</p>
<p>7.1  Windows 2003 Server<br />
7.1.1  Proses Instalasi Windows 2003 Server<br />
1. Masukkan CD Installasi Windows 2003 Server ke dalam CD-ROM.<br />
2. Restart komputer<br />
&gt; masuk bios<br />
&gt; pilih menu Advanced BIOS Features<br />
&gt; Boot Sequence<br />
&gt; 1st Boot Device = CD-ROM<br />
&gt; 2nd Boot Device = HDD-0<br />
&gt; F10<br />
&gt; tekan Enter<br />
3. Pada saat tampil pesan &#8220;PRESS ANY KEY TO BOOT FROM CD-ROM&#8230;.&#8221;<br />
&gt; tekan Enter<br />
4. Selanjutkan akan tampil<br />
&gt; Tekan A &gt; tekan Enter</p>
<p>5. Selanjutkan akan tampil :<br />
Ada 3 pilihan :<br />
- tekan ENTER jika akan menginstall Windows 2003 Server<br />
- tekan R jika akan memperbaiki sistem operasi Windows 2003 Server yang pernah diinstall<br />
- tekan F3, jika akan membatalkan proses installasi Windows 2003 Server<br />
&gt; Tekan Enter<br />
6. Selanjutkan akan tampil<br />
Ada 2 pilihan :<br />
- tekan F8 jika setuju dengan Licence Aggreement<br />
- tekan ECS jika tidak setuju<br />
&gt; Tekan F8</p>
<p>7. Selanjutkan akan tampil<br />
Ada 3 pilihan :<br />
- tekan ENTER jika akan langsung menginstall Windows 2003 Server pada partisi ini.<br />
- tekan C jika akan membuat partisi terlebih dahulu.<br />
- tekan F3 untuk keluar atau batal.<br />
&gt; Tekan C &#8230;. karena akan partisi akan dibagi dulu !</p>
<p>8. Selanjutkan akan tampil<br />
Ada 2 pilihan :<br />
- tekan ENTER jika akan membuat partisi dengan jumlah yang telah diinginkan.<br />
- tekan ESC untuk keluar atau batal.<br />
&gt; Masukan nilai 10000 untuk membuat partisi C sebesar 10 GB<br />
&gt; Tekan Enter </p>
<p>9. Selanjutkan akan tampil<br />
Ada 3 pilihan :<br />
- tekan ENTER jika akan menginstall Windows 2003 Server pada partisi ini.<br />
- tekan D jika akan menghapus partisi ini.<br />
- tekan F3 untuk keluar atau batal.<br />
&gt; Tekan Enter</p>
<p>10. Selanjutkan akan tampil<br />
Ada 2 pilihan :<br />
- tekan ENTER jika dilanjutkan.<br />
- tekan ESC untuk keluar atau batal.<br />
&gt; Pilih NTFS (quick) &gt; Tekan Enter</p>
<p>11. Selanjutkan akan tampil  </p>
<p>12. Selanjutkan akan tampil  </p>
<p>13. Selanjutkan akan tampil  </p>
<p>14. Selanjutnya akan tampil   </p>
<p>15. Selanjutkan akan tampil<br />
&gt; Klik CUSTOMIZE</p>
<p>16. Selanjutkan akan tampil<br />
&gt; Pilih INDONESIAN pada &#8220;Standars and formats&#8221;<br />
&gt; Pilih INDONESIA pada &#8220;Location&#8221;<br />
&gt; Klik OK</p>
<p>17. Selanjutkan akan tampil<br />
&gt; Ketik nama yang dinginkan pada kolom &#8220;Name&#8221;<br />
&gt; Ketik organisasi yang diinginkan pada kolom &#8220;Organization&#8221;<br />
&gt; Klik NEXT </p>
<p>18. Selanjutkan akan tampil<br />
&gt; Ketik product key untuk Windows 2003 Server<br />
&gt; Klik NEXT</p>
<p>19. Selanjutkan akan tampil<br />
&gt; Pilih &#8220;Per Device or Per User&#8221;<br />
&gt; Klik NEXT </p>
<p>20. Selanjutkan akan tampil<br />
&gt; Ketik nama komputer yang dinginkan, contoh : Server-1 pada kolom &#8220;Computer Name&#8221;<br />
&gt; Ketik password untuk administrator pada kolom &#8220;Administrator Password&#8221;<br />
&gt; Ketik ulang password pada kolom &#8220;Confirm password&#8221;<br />
&gt; Klik NEXT</p>
<p>21. Selanjutkan akan tampil<br />
&gt; Klik YES</p>
<p>22. Selanjutkan akan tampil<br />
&gt; Ganti setting tanggal dan waktu pada &#8220;Date &amp; Time&#8221;<br />
&gt; Ganti waktu : GMT+7 Bangkok, Hanoi, Jakarta pada &#8220;Time Zone&#8221;<br />
&gt; Klik NEXT</p>
<p>23. Selanjutkan akan tampil<br />
&gt; Pilih TYPICAL SETTING<br />
&gt; Klik NEXT</p>
<p>24. Selanjutkan akan tampil<br />
&gt; Klik NEXT </p>
<p>25. Selanjutkan akan tampil<br />
&gt; tekan tombol : CTRL + ALT + DELETE</p>
<p>26. Selanjutkan akan tampil<br />
&gt; Ketik : Administrator pada kolom &#8220;User name&#8221;, username otomatis telah diisi oleh windows untuk administrator<br />
&gt; Ketik password administrator<br />
&gt; Tekan ENTER</p>
<p>27. Selanjutkan akan tampil<br />
&gt; klik pada &#8220;Don&#8217;t display this page at logon&#8221;<br />
&gt; Klik tanda X, untuk menutup halaman ini </p>
<p>Installasi selesai !</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/sonicpepen.wordpress.com/9/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/sonicpepen.wordpress.com/9/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/sonicpepen.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/sonicpepen.wordpress.com/9/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/sonicpepen.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/sonicpepen.wordpress.com/9/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/sonicpepen.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/sonicpepen.wordpress.com/9/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/sonicpepen.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/sonicpepen.wordpress.com/9/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/sonicpepen.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/sonicpepen.wordpress.com/9/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/sonicpepen.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/sonicpepen.wordpress.com/9/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/sonicpepen.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/sonicpepen.wordpress.com/9/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=sonicpepen.wordpress.com&amp;blog=986209&amp;post=9&amp;subd=sonicpepen&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sonicpepen.wordpress.com/2007/09/17/networking/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/8d1e743c6e6394ff72eb34b66aabe523?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Rohid_27</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>PHP</title>
		<link>http://sonicpepen.wordpress.com/2007/09/17/php/</link>
		<comments>http://sonicpepen.wordpress.com/2007/09/17/php/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 17 Sep 2007 13:59:59 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Rohid_27</dc:creator>
				<category><![CDATA[Makalah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sonicpepen.wordpress.com/2007/09/17/php/</guid>
		<description><![CDATA[BAB I PENDHULUAN Overview Selamat datang di materi PHP , kita akan mempelajari PHP dan Mysql untuk tempat menyimpan datanya nanti. Pada akhir pelajaran ini diharapkan anda akan bisa : • Menguasai cara menginstall paket/software yang diperlukan untuk mempelajari serta menjalankan PHP dan Mysql • Mengerti cara menjalankan PHP di server PalComTech 1.1 Pengenalan Web [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=sonicpepen.wordpress.com&amp;blog=986209&amp;post=8&amp;subd=sonicpepen&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>BAB I<br />
PENDHULUAN</p>
<p>Overview<br />
Selamat datang di materi PHP , kita akan mempelajari PHP dan Mysql untuk tempat menyimpan datanya nanti. Pada akhir pelajaran ini diharapkan anda akan bisa :<br />
•	Menguasai cara menginstall paket/software yang diperlukan untuk mempelajari serta menjalankan PHP dan Mysql<br />
•	Mengerti cara menjalankan PHP di server PalComTech </p>
<p>1.1  Pengenalan Web Scripting<br />
1.1.1  Apa Itu Web Scripting<br />
Web scripting adalah suatu istilah yang digunakan/ merujuk pada bahasa pemrograman yang berjalan di internet . Ada 2 tipe web scripting :<br />
1. Server side scripting<br />
    Script yang di proses di server lalu dikembalikan ke client dalam bentuk HTML biasa<br />
2. Client side scripting<br />
Script yang diproses di client dan hasilnya langsung muncul di layar client tanpa campur tangan server.</p>
<p>1.1  Pengenalan Web Scripting<br />
1.1.2  Macam-Macam Web Scripting<br />
Ada banyak sekali web scripting yang digunakan di internet :<br />
1. Server Side Script<br />
- PHP<br />
- ASP<br />
- Perl<br />
- Cold Fusion<br />
- JSP<br />
- Phyton<br />
2. Client Side Script<br />
- Javascript<br />
- Vbscript</p>
<p>Keunggulan dan kelemahan</p>
<p>Cari dan buat daftar masing-masing keunggulan dan kelemahan dari masing web scripting yang ada. Minimal 3 kelebihan dan 3 kelemahan .</p>
<p>Links</p>
<p>PHP</p>
<p>ColdFusion</p>
<p>Perl</p>
<p>ASP</p>
<p>JSP Page</p>
<p>Phyton</p>
<p>1.1  Pengenalan Web Scripting<br />
1.1.3  Apa itu PHP<br />
PHP (PHP Hypertext Preprocessor) dahulunya merupakan proyek pribadi dari Rasmus Lerdorf ( dengan dikeluarkannya PHP versi 1) yang digunakan untuk membuat home page pribadinya. Versi pertama ini berupa kumpulan script PERL. Untuk versi keduanya, Rasmus menulis ulang script-script PERL tersebut menggunakan bahasa C, kemudian menambahkan fasilitas untuk Form HTML dan koneksi MySQL. Adapun PHP didapat dari singkatan Personal Home Pages. Setelah mengalami perkembangan oleh suatu kelompok open source (termasuk Rasmus) maka mulai versi 3 nya, PHP telah menampakkan keunggulannya sebagai salah satu bahasa server scripting yang handal. Melalui perkembangan yang pesat ini banyak fasilitas yang ditambahkan dan oleh kelompok ini PHP disebut sebagai &#8220;PHP: Hypertext Preprocessor&#8221; . Sintak yang digunakan berasal dari bahasa C , Java maupun Perl. Sampai sekarang PHP sudah terbagi atas 2 Versi utama :<br />
•	PHP 4<br />
•	PHP 5<br />
Untuk release terbaru dari PHP dapat anda lihat pada web site PHP .<br />
PHP merupakan bahasa script yang digunakan untuk membuat halaman web yang dinamis. Dinamis berarti halaman yang akan ditampilkan dibuat saat halaman itu diminta oleh client. Mekanisme ini menyebabkan informasi yang diterima client selalu yang terbaru. Semua script PHP dieksekusi pada server dimana script tersebut dijalankan. Oleh karena itu, spesifikasi server lebih berpengaruh pada eksekusi dari script PHP daripada spesifikasi client. Namun tetap diperhatikan bahwa halaman web yang dihasilkan tentunya harus dapat dibuka oleh browser pada client. Dalam hal ini versi dari html yang digunakan harus didukung oleh browser client. </p>
<p>1.1  Pengenalan Web Scripting<br />
1.1.4  Masa Depan Web Scripting<br />
Seiring dengan makin besarnya peran internet dalam kehidupan manusia serta makin kaburnya batas antar negara, maka sdm yang menguasai web scripting juga semakin diperlukan untuk mengantisipasi kebutuhan teknologi Internet yang makin maju.<br />
Contoh penerapan PHP misalnya :<br />
- Sistem lelang online<br />
- Penghitungan suara online<br />
- Pengumpulan dana online<br />
- Pesan tiket online<br />
- Sistem kepegawaian yang terpusat dan mudah di akses<br />
masih banyak lagi aspek-aspek lain yang bisa di lakukan oleh web scripting yang bertujuan untuk mempermudah proses sehari-hari.</p>
<p>Contoh proyek web scripting</p>
<p>Cari alamat internet dan deskripsi tentang penerapan web scripting , minimal 3.<br />
Contoh :<br />
Kantaya (http://www.software-ri.or.id/kantaya/ )<br />
Pada masa ini, informasi merupakan suatu aset sangat penting yang harus dengan cepat disebarkan maupun diterima oleh mereka yang membutuhkan. Terutama oleh mereka yang bekerja dalam satu tim maupun kelompok di mana informasi apapun dari salah seorang anggota tim merupakan masukkan bagi anggota lainnya. Permintaan untuk mengadakan rapat bagi satu tim, harus segera diketahui oleh dan harus disesuaikan dengan jadwal masing-masing anggota tim. Penggunaan satu aset bersama, misalnya ruang rapat, adalah contoh lain perlunya sistim dan penyebaran informasi yang benar dan cepat. Pameo yang sering didengungkan dalam era informasi ini adalah anything, any time, any where (apa saja, kapan saja dan di mana saja). Informasi yang dibutuhkan dapat merupakan konvergensi dari beberapa format data seperti text, gambar dan suara. Informasi tersebut harus dapat diakses kapan saja, dalam arti tingkat ketersediaan (availability) yang tinggi dan informasi tersebut harus dapat diperoleh darimana saja posisi mereka yang membutuhkan. Kebutuhan akan informasi seperti ini mengalami kendala terutama karena keberadaan para pengguna yang dinamis dan jumlahnya yang semakin bertambah besar. Teknik konvensional melalui broadcasting (TV, radio) maupun peer-to-peer (telepon/fax) mempunyai keterbatasan dalam jumlah pengguna maupun arus informasi yang hanya satu atau dua arah. Teknologi yang memungkinkan adalah melalui jaringan internet (web base), di mana pengguna yang banyak dan arus informasi timbal balik bisa dilayani secara bersamaan. Oleh karena itu, di atas jaringan internet itulah dapat dikembangkan satu perangkat lunak yang memungkinkan banyak orang berkomunikasi, bertukar data dan membagi informasi, yang dinamakan KANTAYA. </p>
<p>1.1  Pengenalan Web Scripting<br />
1.1.5  Apa yang bisa dilakukan PHP dan Apa yang tidak<br />
Pada awalnya PHP dikembangkan hanya dikhususkan untuk internet (membuat halaman web), tetapi dalam perjalanannya PHP kemudian juga bisa digunakan untuk aplikasi standalone mamupun juga membantu tugas adminstrator melalui mode CLI(command line intreface).<br />
•	Server Side Scripting:<br />
Untuk bisa menggunakan PHP untuk menjalankan fungsi ini, diperlukan 3 komponen utama :<br />
1. PHP Parser (CGI atau modul)<br />
2. Webserver , banyak webservey yang mendukung PHP, antara lain Apache, IIS,Xitami,Zeus dll.<br />
3. Web Browser<br />
•	Command Line Scripting;<br />
PHP script bisa dijalankan tanpa browser, yang diperlukan hanyalah PHP , biasanya digunakan untuk mengerjakan tugas-tugas otomatis yang dijadwalkan lewat cron (*nix atau Linux) atau dengan Task Scheduler (di Windows).<br />
•	Aplikasi Stand Alone;<br />
PHP juga bisa digunakan untuk membuat aplikasi standalone , aplikasi yang berjalan tanpa adanya web browser ataupun web server. Untuk membuat aplikasi ini biasa digunakan PHP-GTK.<br />
PHP bisa digunakan pada banyak sistem operasi , termasuk Linux, varian/turunan Unix (termasuk HP-UX, Solaris dan *BSD), Microsoft Windows, Macintosh, RISC OS.<br />
PHP juga mendukung kebanyakan web server yang tersedia sekarang, misalnya ; Apache, Microsoft IIS, PWS (personal WebServer), Netscape dan iPlanet server, Oreily Pro Server, Caudium, Xitami, Ombi HTTPd dan banyak lagi. kebanyakan diinstall sebagai modul disamping diinstall sebagai CGI (Common Gateway Interface)=&gt;PHP-CGI<br />
Dengan demikian anda bisa bebas memilih sistem operasi dan web server, disamping itu juga anda bisa memilih untuk menulis kode PHP secara tradisional atau dengan metode OOP (Object Oriented Programing).<br />
Tidak hanya HTML yang bsa dihasilkan oleh PHP, membuat gambar, file PDF bahkan file2 flash juga bisa dibuat on the fly, anda juga bisa dengan mudah menghasilkan, memanipulasi file-file xml, caching file untuk  website  dinamis, berhubungan dengan bahasa lain (Java, ASP ) dll dengan wddx atau lewat platform .NET (php5).<br />
Salah satu feature PHP yang paling disukai adalah dukungan yang luas pada berbagai macam database, diantara database yang didukung adalah :</p>
<p>Adabas D	Ingres	Oracle (OCI7 and OCI8)<br />
dBase	InterBase	Ovrimos<br />
Empress	FrontBase	PostgreSQL<br />
FilePro (read-only)	mSQL	Solid<br />
Hyperwave	Direct MS-SQL	Sybase<br />
IBM DB2	MySQL	Velocis<br />
Informix	ODBC	Unix dbm<br />
PHP juga mendukung koneksi dengan protokol lain seperti :<br />
LDAP, IMAP, SNMP, NNTP, POP3, HTTP, COM (on Windows)<br />
Dibidang ecommerce terdapat dukungan dengan Cybercash payment, CyberMUT, VeriSign Payflow Pro dan CCVS<br />
dan masih banyak lagi feature-feature yang didukung oleh PHP.<br />
Yang tidak bisa dilakukan PHP contohnya membuat jam realtime , DHTML . Hal-hal ini hanya bisa dilakukan oleh client side script (javascript atau vbscript) TAPI di mungkinkan adanya kerjasama antar kedua bahasa ini untuk menghasilkan halaman yang lebih dinamis lagi, misalnya :<br />
Halaman pesan berjalan (scrolling message) dimana aksi &#8220;berjalan&#8221; di lakukan oleh javascript sedangkan &#8220;isi pesan&#8221; yang berjalan diambil dari database dan dijalankan oleh PHP.</p>
<p>1.2  Instalasi PHP<br />
1.2.1  Apa Yang Diperlukan Untuk Mempelajari PHP<br />
Pada dasarnya yang dilakukan pada saat instalasi software adalah<br />
&#8220;memindahkan sebagian komponen internet ke komputer rumah&#8221;<br />
Software yang diperlukan :<br />
Software yang diperlukan untuk mempelajari php pada dasarnya terdiri atas 3 bagian :<br />
1. Webserver<br />
2. PHP<br />
3. Database  (optional)<br />
4. PHPMyadmin (optional)<br />
5. PHP editor (notepad, phpcoder, crimson editor, dsb), download di  tools dan resources. (optional)<br />
Software ini bisa di install satu persatu lalu di linkkan, atau bisa download installer php yang banyak tersedia di internet, diantaranya phptriad dan appserv.<br />
Dengan menggunakan installer, proses penggabungan masing-masing bagian software yang ada dilakukan secara otomatis dan langsung jadi.<br />
Selain itu juga sebagai pelengkap diperlukan manual (cara menggunakan) php dan mysql, semua software ini bisa didownload di seksi &#8221; tools dan resource&#8221; yang ada di link worksheet.</p>
<p>1.2  Instalasi PHP<br />
1.2.2  Tahap-Tahap Instalasi PHP, MySQL dan Apache<br />
Sepanjang anda tahu bagaimana cara menginstall sotware di windows , maka hampir dipastikan anda tidak akan menemui kesulitan yang berarti untuk menginstall software yang diperlukan . Cukup Next -&gt; Next saja <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':-)' class='wp-smiley' /> .<br />
Software yang dipakai (harus salah satu) :<br />
1. Appserv<br />
2. Phtriad<br />
Cukup install salah satu maka secara otomatis di komputer anda sudah terinstall :<br />
•	Apache<br />
•	PHP<br />
•	Mysql<br />
•	Phpmyadmin<br />
Setelah terinstall (kita ambil contoh Appserv) , maka ada beberapa hal yang harus di kerjakan untuk memastikan persiapannya sudah matang .</p>
<p>PHP Installer</p>
<p>Cari software selain appserv dan phptriad , download dan coba tes kinerjanya di komputer anda dan tulis pengalaman anda tersebut (minimal 1 software php installer)</p>
<p>Links</p>
<p>Ilmu Komputer</p>
<p>Benpinter</p>
<p>Klik Kanan</p>
<p>SitePoint</p>
<p>Devshed</p>
<p>Devarticles</p>
<p>1.2  Instalasi PHP<br />
1.2.3  Tes service<br />
Untuk memastikan apakah service / program sudah berjalan atau belum biasa di lakukan tes terlebih dahulu :<br />
1. Menghidupkan apache<br />
Start -&gt; Program -&gt; Appserv -&gt; start apache<br />
2. Mengecek apakah sudah jalan ?<br />
Buka IE (internet explorer) dan ketik :<br />
http://localhost dan perhatikan apakah muncul halaman &#8221; selamat datang &#8220;<br />
3. Jika muncul artinya OK , bisa lanjut ke halaman berikutnya.</p>
<p>1.2  Instalasi PHP<br />
1.2.4  File httpd.conf<br />
Secara default semua file yang kita miliki harus disimpan di dalam folder :<br />
C :/appserv/www<br />
Lokasi ini bisa diubah ke tempat lain dengan cara mengedit sebuah file yang bernama httpd.conf<br />
Caranya :<br />
1. Buka windows explorer dan buka folder appserv<br />
2. Buka lagi folder apache dan folder conf yang ada didalamnya.<br />
3. Klik 2 x sebuah file yang bernama httpd.conf , tunggu sebentar dan pilih notepad untuk membuka file tersebut.<br />
4. Masih di notepad , klik edit -&gt; Find<br />
5. Isikan &#8221; documentroot&#8221;<br />
6. Ganti TIAP tulisan &#8221; C:appservwww&#8221; dengan nama folder yang Anda inginkan , misal &#8221; C:webgue&#8221; , perhatikan HANYA bagian ini yang diubah , yang lain jangan diubah.<br />
7. Simpan file tersebut , di ikuti dengan me-refresh apache.<br />
8. start -&gt; program -&gt; appserv -&gt; restart apache<br />
Selesai !<br />
Semua file-file web Anda bisa diletakkan di folder favorit anda <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':-)' class='wp-smiley' /> .</p>
<p>Ubah lokasi halaman web</p>
<p>Ubah lokasi halaman web ke &#8221; d:\php &#8220;<br />
Buat halaman index nya berisi :<br />
Ini folder d:\php &#8220;</p>
<p>1.2  Instalasi PHP<br />
1.2.5  File php.ini<br />
Jika file httpd.conf berisikan setting/direktif untuk apache , maka untuk mengatur cara kerja dari php file yang harus di cermati adalah file php.ini .<br />
File ini biasanya berada didalam folder c:\windows<br />
Yang perlu di lihat dari halaman ini hanyalah baris yang isinya :<br />
&#8221; register_globals on &#8220;<br />
jika tulisannya &#8221; register_globals off &#8221; , maka ganti off menjadi on .<br />
Simpan file ini dan restart kemabli apache untuk melihat perubahannya.<br />
Baris &#8211; baris lain diabaikan dahulu , hingga pertemuan &#8211; pertemuan berikutnya <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':-)' class='wp-smiley' /> .</p>
<p>cari arti register_globals off</p>
<p>cari di internet apa arti dari register_globals off dan apa bedanya dengan register_globals on</p>
<p>Links</p>
<p>Coding php with register Global Off</p>
<p>About Register Globals</p>
<p>1.2  Instalasi PHP<br />
1.2.6  phpinfo<br />
Pada halaman index appserv terdapat kata-kata php information , apa sih gunanya ?<br />
Ya, halaman php.info adalah frontend dari php.ini , cukup melihat halaman ini maka konfirgurasi yang ada di server .<br />
Contoh yang paling sering dipakai adalah &#8220;pre-defined variable&#8221; yang muncul . Bisa dipakai untuk melihat alamat ip pengguna, gateway , proxy dll .<br />
Contohnya bisa dilihat pada bagian link .</p>
<p>Cari nama fungsi yang dipakai</p>
<p>Cari nama fungsi yang dipakai untuk menampilkan ip user dan proxy yang dipakai dari halaman phpinfo.</p>
<p>Links</p>
<p>Rasyid dot net IP</p>
<p>Budiluhur</p>
<p>BAB 2 PHP<br />
CARA MUDAH MEMBUAT WEB DINAMIS</p>
<p>Overview<br />
Selamat ! , anda sudah sampai di bab ini , pada bab ini kita akan mepelajari tentang :<br />
•	Bagaimana cara mengetik kode php yang baik dan benar<br />
•	Cara menjalankan kode php<br />
•	Kode php yang dihubungkan dengan form<br />
•	Berlogika di php<br />
•	Looping di PHP<br />
•	Menggunakan fungsi &#8211; fungsi php dan cara membuat kode php sendiri </p>
<p>2.1  Kode PHP Pertama Anda!<br />
2.1.1  Dimana dan Bagaimana ?<br />
Selamat !, Anda sudah berhasil menginstall php di komputer Anda, selanjutnya kita akan mempelajari php dengan cara mempraktekkannya .<br />
1. Silahkan buka editor php anda (bisa menggunakan notepad atau bisa menggunakan phpcoder).<br />
2. Ketik kode ini :</p>
<p>3. Simpan di folder  C:appservwww atau folder lain yang anda inginkan dengan nama &#8221; tes.php&#8221;<br />
4. Buka browser dan ketikkan :</p>
<p>http://localhost/tes.php</p>
<p>INGAT !!! , untuk menjalankan kode php harus dari alamat browser BUKAN di klik 2x.<br />
Jika semuanya berjalan lancar (tidak salah ketik, lokasi penyimpanan file benar) maka Anda akan melihat hasil :<br />
Ini halaman pertama saya</p>
<p>Modifikasi isi file tes.php</p>
<p>Tambah kode berikut di dalam halaman tadi :<br />
echo &#8220;waktu sekarang&#8221; . date (&#8216;d-m-Y&#8217;);<br />
simpan dan lihat hasilnya.</p>
<p>2.2  Bekerja dengan Form<br />
2.2.1  Form dan Komponen Form<br />
Hampir 90% dari aplikasi web/internet menggunakan form sehingga kita perlu mempelajari beberapa hal yang berkaitan dengan form diantaranya :<br />
•	Metode-metode form<br />
•	Penamaan komponen form<br />
•	Tipe komponen form<br />
Metode yang ada di form umumnya ada 2 :<br />
1. Metode POST<br />
2. Metode GET<br />
Cara yang paling mudah untuk membedakan antara metode POST dan GET adalah cukup dengan memperhatikan perubahan alamat setelah Anda menekan tombol yang ada di Form tersebut .<br />
Jika data-data yang anda isikan menjadi bagian dari alamat web, maka metode yang digunakan adalah metode GET .<br />
Sebaliknya jika tidak, maka metode yang digunakan adalah metode POST.<br />
Perhatikan kode berikut :</p>
<form method="POST" action="proses.php">
Your name<BR><br />
<BR><br />
Your age<BR><br />
<BR></p>
</form>
<p> 	Nama Anda<br />
Umur Anda</p>
<p>•	Metode yang digunakan : POST<br />
•	File yang memproses begitu ditekan tombol &#8220;Lihat Dong&#8221; : proses.php<br />
•	Nama variabel untuk data Nama Anda : nama<br />
•	Nama variabel untuk data Umur Anda : umur<br />
Untuk mengganti metode cukup ganti kata POST menjadi GET.</p>
<p>2.2  Bekerja dengan Form<br />
2.2.2  Penamaan Komponen Form<br />
POST dan GET hanyalah metode yang digunakan untuk mengirimkan data ke server.<br />
Yang paling berperan justru penamaan komponen dari form itu sendiri, ada beberapa tipe yang perlu dicermati :<br />
1. , nama variabel nya &#8221; T1&#8243;, biasa digunakan untuk mengisikan data yang panjang karakternya sedikit misal;  nama, tempat lahir dsb.<br />
2. , nama variabelnya R1 dan nilainya V1, biasa digunakan untuk data-data yang HANYA boleh memilih 1. Misal status perkawinan (kawin/single). Untuk tipe data ini yang sama HANYA properti name.<br />
3. <textarea rows="6" name="S1" cols="20">coba-coba</textarea>, nama variablenya S1 dan nilainya &#8220;coba-coba&#8221;.<br />
4. , nama variabel C1 nilainya ON. Biasa digunakan untuk data-data yang nilainya bisa lebih dari satu, misal: hobi.<br />
5. , biasa digunakan untuk masking data asli sehingga tidak mudah terbaca oleh orang lain, misal: password<br />
6.<br />
 tes</p>
<p>Tipe data pull down, biasa digunakan untuk tanggal lahir, bulan atau tipe data lain yang nilainya banyak dan sudah tertentu.<br />
7. , tipe data khusus untuk mengirim file/upload dari komputer ke server. Untuk bisa diproses pastikan pada syntak<br />
<form> harus ada kata-kata:<br />
enctype=&#8221;multipart/form-data&#8221;</p>
<p>Links</p>
<p>phptutorial post dan get</p>
<p>2.3  Berlogika di PHP<br />
2.3.1  Konstruksi IF dan Else<br />
OK, form yang telah kita buat sebelumnya memungkinkan kita untuk menerima input data. Tapi muncul pertanyaan apakah semua data yang dimasukkan itu benar?<br />
kalau ada yang iseng tidak mengisi data dan menekan tombol kirim bagaimana?<br />
Untuk menjawab pertanyaan itu mari kita pelajari bagaimana caranya membuat form kita/script php kita bisa lebih &#8220;pintar&#8221; dalam mengambil keputusan. Sama seperti bahasa pemrograman yang lain, php juga menyediakan statement &#8220;logika&#8221; .</p>
<p>Perkenalan dengan IF<br />
jika anda pernah dengar lagu melly goeslaw &#8220;jika&#8221;, maka seperti itu juga cara kerja IF di php. Ada sebab ada akibat. Bagi yang pernah belajar bahasa C, mungkin bisa melihat kemiripannya. </p>
<p>Bentuk umum dari struktur  if else adalah:<br />
If (kondisi)<br />
{<br />
// Kode yang dijalankan jika syaratnya benar<br />
}<br />
else<br />
{<br />
// Kode yang dijalankan jika syarat tidak terpenuhi / tidak benar<br />
} </p>
<p>Kita ambil contoh sederhana :<br />
Anda dan doi merencanakan untuk pergi menonton film di bioskop dan Anda perlu lebih dari 20 ribu untuk ke bioskop. Jika kurang dari 20 ribu maka tidak bisa pergi . Kode php yang setara untuk keadaan tersebut seperti ini :<br />
 20)<br />
{<br />
echo &#8220;Asyik , saya dan doi bisa pergi nonton bareng dong karena kami punya dana sebesar $doku ribu&#8221;;<br />
}<br />
else<br />
{<br />
echo &#8220;Oops , saya dan doi gak bisa nonton dong karena kami hanya punya uang sebesar $money ribu&#8221;;<br />
} </p>
<p>?&gt; </p>
<p>Pada kode tersebut anda lihat ada operator perbandingan &#8221; &gt; &#8220;. </p>
<p>PHP mendukung banyak operator perbandingan yang memungkinkan kita untuk membuat script php kita bisa lebih pintar . </p>
<p>Daftar operator perbandingan sebagai berikut :<br />
$a == $b //  $a sama besar dengan $b<br />
$a != $b // $a tidak sama dengan $b </p>
<p>$a  $b  // $a lebih dari / lebih besar dari $b<br />
$a = $b // $a lebih dari sama dengan $b </p>
<p>Buat pengecekan form</p>
<p>Modifikasi kode php anda pada form sebelumnya agar bisa mengecek apakah benar nama dan umur telah dimasukkan .<br />
Petunjuk bisa dilihat pada daftar nama-nama fungsi yang ada di links.</p>
<p>Links</p>
<p>fungsi empty</p>
<p>daftar operator</p>
<p>2.3  Berlogika di PHP<br />
2.3.2  Konstruksi Switch ..Case<br />
Konstruksi switch/case sangat mirip dengan konstruksi if/elseif/else. Perintah switch akan mengetes kondisi. Hasil dari test akan memutuskan kasus mana yang akan dieksekusi. Switch biasanya digunakan untuk kasus untuk mencari KESAMAAN daripada perbandingan (lebih besar/lebih kurang). </p>
<p>Ada banyak sekali kemungkinan yang bisa terjadi . Tapi secara umum proses yang terjadi sebagai berikut :</p>
<p>1. Kondisi switch diperiksa dan nilai ditemukan.<br />
2. Nilai tersebut dicek untuk tiap kasus yang ada.<br />
3. Jika sama, maka kode yang ada dalam blok-blok kode diekseskusi.<br />
4. Jika tidak ada satupun nilai yang sama, maka bagian default yang akan dieksekusi .<br />
5. Setelah blok kode php selesai di eksekusi maka fungsi break digunakan untuk keluar dari siklus. </p>
<p>Hasil yang muncul adalah: </p>
<p>Nilai sama dengan 16. </p>
<p>Form pencarian</p>
<p>Buat form pencarian data di internet yang melibatkan google dan yahoo dengan menggunakan switch case </p>
<p>Links</p>
<p>Daholygoat</p>
<p>htmlite</p>
<p>2.3  Berlogika di PHP<br />
2.3.3  Operator Perbandingan<br />
Operator adalah simbol yang digunakan untuk penugasan, perbandingan dan mengkombinasikan nilai.</p>
<p>Simbol  = digunakan untuk menugaskan sebuah nilai kedalam sebuh variabel<br />
$namavariabel = &#8220;ini nilai variabel&#8221;  </p>
<p>Variabel $namavariabel sekarang telah berisi/bernilai ini nilai variabel. </p>
<p>Operator perbandingan memerlukan dua nilai, lalu membandingkan mereka dan mengahasilkan nilai TRUE atau  FALSE. Tipe-tipe perbandingan berikut bisa sangat berguna untuk konstruksi if/else dan looping.</p>
<p>==	sama dengan<br />
!=	tidak sama dengan<br />
	lebih dari<br />
=	is greather than or equal to</p>
<p>Operator dibawah berikut ini lebih dikenal sebagai operator logika: </p>
<p>&amp;&amp;	AND<br />
||	OR</p>
<p>Bingung ya ??? jangan khawatir nanti bisa dilihat di contoh kasus, bagaimana cara penerapannya.</p>
<p>Links</p>
<p>Htmlite</p>
<p>2.4  Looping<br />
2.4.1  Statement For<br />
Fungsi for digunakan untuk looping/Pengulangan. Pengulangan akan terus terjadi untuk jumlah yang ditentukan.<br />
Bentuk umum :<br />
for (mulai dari mana ; tes kondisi ; operasi yang terjadi ){<br />
   block of coding here;<br />
   } </p>
<p>mulai dari mana,  adalah mentukan nilai awal untuk mulai looping<br />
tes kondisi, mengecek apakah looping masih bisa diteruskan atau tidak<br />
operasi yang terjadi, mempengaruhi operasi yang terjadi, biasanya (kenaikan atau penurunan). </p>
<p>Contoh : </p>
<p>&lt;?php<br />
for ($test=0; $test&lt;10; $test++){<br />
   echo &#8220;$test kurang dari 10. <br />&#8220;;<br />
   }<br />
?&gt; </p>
<p>Results : </p>
<p>0 kurang dari 10.<br />
1 kurang dari 10.<br />
2 kurang dari 10.<br />
3 kurang dari 10.<br />
4 kurang dari 10.<br />
5 kurang dari 10.<br />
6 kurang dari 10.<br />
7 kurang dari 10.<br />
8 kurang dari 10.<br />
9 kurang dari 10. </p>
<p>Keterangan :<br />
1. Variabel $test diset nilainya dengan 0.<br />
2. Tes kondisi mengecek apakah nilai $test kurang dari 10 .<br />
3. Jika benar perulangan dilakukan. Jika salah, looping berhenti.<br />
4. Setelah tiap loop berhasil dilakukan, naikkan nilai variabel $test dengan angka 1 (ditambah 1).<br />
5. Kembali ke langkah 2 dan terus berlanjut hingga hasil dari tes kondisi bernilai salah .</p>
<p>2.4  Looping<br />
2.4.3  Statement While<br />
Sama seperti fungsi for, fungsi while juga digunakan untuk looping. Pengulangan akan terjadi untuk kondisi yang ditentukan. </p>
<p>Contoh :<br />
&lt;?php<br />
$test = 0;<br />
while ($test &lt; 10) {<br />
   echo &#8220;$test kurang dari 10. <br />&#8220;;<br />
   $test++;<br />
   }<br />
?&gt; </p>
<p>Hasilnya :<br />
0 kurang dari10.<br />
1 kurang dari 10.<br />
2 kurang dari 10.<br />
3 kurang dari 10.<br />
4 kurang dari 10.<br />
5 kurang dari 10.<br />
6 kurang dari 10.<br />
7 kurang dari 10.<br />
8 kurang dari 10.<br />
9 kurang dari 10.</p>
<p>Diakhir blok kode, kondisi di tes kembali, jika bernilai benar maka akan dijalankan kembali, pada kasus ini $test nilainya sama dengan 10, maka kondisi bernilai salah dan looping dihentikan.</p>
<p>Jika nilai kondisi awal sudah salah maka tidak kode php yang dieksekusi. Pengulangan HANYA akan terjadi jika kondisi BENAR (TRUE).<br />
________________________________________</p>
<p>Fungsi do while sangat mirip dengan fungsi while, bedanya adalah pengulangan MINIMAL dilakukan 1 x, setelah itu baru dilakukan pengecekan, jika kondisi salah, maka looping tidak diteruskan/lanjutkan.</p>
<p>Contoh  :<br />
&lt;?php<br />
$test = 0;<br />
do {<br />
   echo &#8220;$test kurang dari 10. <br />&#8220;;<br />
   $test++;<br />
   } while ($test  </p>
<p>Hasilnya :</p>
<p>0 kurang dari 10.<br />
1 kurang dari 10.<br />
2 kurang dari 10.<br />
3 kurang dari 10.<br />
4 kurang dari 10.<br />
5 kurang dari 10.<br />
6 kurang dari 10.<br />
7 kurang dari 10.<br />
8 kurang dari 10.<br />
9 kurang dari 10. </p>
<p>Jika Anda ubah $test ke angka 15 akan menghasilkan: </p>
<p>15 kurang dari  10. </p>
<p>Tentunya hasil ini salah, hal ini terjadi karena looping dijalankan dahulu untuk pertama kali, untuk keadaan berikutnya kondisi di tes dab bernilai salah, tapi looping pertama telah dilakukan .</p>
<p>2.5  Fungsi<br />
2.5.1  Apa itu Fungsi<br />
Fungsi adalah kumpulan perintah atau instruksi yang berjalan khusus, misalnya membuat tulisan menjadi tebal, miring, membuang spasi dan lain sebagainya. Fungsi sangat berguna jika anda seringkali harus melakukan sesuatu yang sifatnya berulang maka anda bisa mempertimbangkan menggunakan fungsi.<br />
Bentuk umumnya :<br />
function nama_fungsi( ) {<br />
    kode-kode php ;<br />
    kode-kode php lain lagi;<br />
} </p>
<p>Kata function merupakan lambang khusus yang digunakan untuk menandai sebuah fungsi sehingga programer tahu bahwa kumpulan kode ini dijalankan hanya dengan memanggil namanya .</p>
<p>Nama_fungsi, jangan ada spasi jika panjang pisahkan dengan underscore, sebaiknya menunjukkan kegunaanannya. Misal: function cetak_tebal() , function cegah_html() dll.</p>
<p>Kode-kode php berisi kode-kode yang bisa digunakan, biasanya diakhiri dengan tanda titik koma.<br />
Cara menggunakan fungsi ini cukup mudah, cukup panggil nama fungsinya diikuti dengan variabel yang ingin diolah/diproses.<br />
Biasanya fungsi ini diletakkan di bagian paling atas dari halaman php atau di masukkan dalam halaman tertentu dan kemudian di include.</p>
<p>Somewhere near the top of the page coding :<br />
&lt;?php<br />
function cetak( ){<br />
echo &#8220;Cetak angka 2<br />&#8220;;<br />
}<br />
?&gt; </p>
<p>Dihalaman php :<br />
&lt;?php<br />
echo &#8220;Cetak angka 1<br />&#8220;;<br />
printit( );<br />
echo &#8220;Cetak angka 3&#8243;;<br />
?&gt; </p>
<p>Hasilnya :<br />
Cetak angka 1<br />
Cetak angka 2<br />
Cetak angka 3</p>
<p>Perhatikan angka 2 di hasilkan dari fungsi cetak()</p>
<p>BAB 3<br />
BEKERJA DENGAN DATABASE MySQL</p>
<p>Overview<br />
Jika anda pernah datang ke detik , astaga , kompas ataupun situs berita ,maka anda akan menemukan &#8220;arsip&#8221; . Masih ingat dengan pemilu kemarin , anda juga akan menemukan &#8220;arsip&#8221; . Ya arsip merupakan hal penting bagi kelangsungan sebuah proses di suatu situs . Untuk mendukung hal itu diperlukan database . Pada halaman-halaman mendatang kita akan mempelajari tentang database khususnya database MySQL dan cara menggunakannya dengan PHP .<br />
Tetap semangat !!!</p>
<p>3.1  Apa itu Database<br />
3.1.1  Perkenalan dengan Database<br />
Database merupakan suatu himpunan file yang terhubung secara logik yang memiliki common access. Semua besaran data ditujukan pada beberapa sistem yang berhubungan. Sebuah database dapat memiliki beberapa data item yang bisa dipasang ke dalam banyak tipe perekaman yang berbeda.<br />
Bahasa mudahnya, jika anda perlu sebuah tempat penyimpanan data dimana data tersebut bisa dilihat kembali dalam periode tertentu misalnya 3 hari yang lalu, 5 bulan yang lalu atau periode apapun yang anda inginkan sepanjang sudah masuk kedalam database maka anda perlu belajar database.<br />
MySQL<br />
MySQL hanyalah sebuah software database, sama seperti analogi microsoft word dengan staroffice write, sama-sama aplikasi untuk mengolah kata, yang berbeda hanyalah fasilitas dan kemampuannya. Banyak sekali server database yang ada, dengan kelebihan dan kekurangannya masing-masing.<br />
MySQL awalnya dirancang untuk membantu aplikasi web, dimana proses yang terjadi di web rata-rata memerlukan kecepatan tinggi dalam merespon request (threads), hubungannya yang relatif lebih mudah dibandingkan database yang lain seperti oracle, ms-sql, atau postgresql. MySQL juga mudah didapat dan tersedia dalam banyak platform (Linux, Windows, dll).</p>
<p>Buat analogi sebuah database</p>
<p>Cari analogi sederhana untuk menggambarkan tentang database dari gambar berikut.</p>
<p>3.2  Cara mengakses MySQL<br />
3.2.1  Command Line<br />
Untuk masuk atau memulai MySQL ada dua cara (asumsi letak file-file mysql ada di folder C:mysql), jika melkaukan instalasi dari phptriad, maka file-file mysql biasanya ada di folder C:apachemysql<br />
Cara 1 ( Console mode) :<br />
1. Start -&gt; Run<br />
2. Ketikkan &#8221; C:mysql inmysqld &#8212; console&#8221; ENTER<br />
3. Star -&gt; Run<br />
4. Ketikkan &#8220;C:mysql inmysql.exe &#8221; , ENTER<br />
Cara 2 ( GUI Mode) :<br />
1. Buka folder &#8220;C:mysql in&#8221;<br />
2. Cari mysqladmin dan klik 2x<br />
3. Star -&gt; Run<br />
4. Ketikkan &#8220;C:mysql inmysql.exe &#8220;, ENTER<br />
SELAMAT! Berarti anda sekarang sudah berhasil menjalankan mysql dan berhasil masuk ke dalam sistem mysql. Pesan tersebut berisi ucapan selamat datang, pemberitahuan tentang penulisan perintah MySQL yang SELALU diakhiri dengan simbol ; Versi MySQL yang kita gunakan (3.23.47-nt), dan connection id yang berupa nomor urut kita masuk ke server.</p>
<p>3.2  Cara mengakses MySQL<br />
3.2.2  PHPmyadmin<br />
Cara termudah untuk mengakses mysql adalah dengan menggunakan phpmyadmin.<br />
Dari software ini anda yang tidak mengetahui sql query pun bisa dengan mudah mengggunakan mysql sama seperti mereka yang belajar sql secara khusus. Yang penting tahu klik-klik saja <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':-)' class='wp-smiley' /><br />
Yang perlu diperhatikan cukup pastikan :<br />
1. Server apache sudah hidup<br />
2. Server mysql sudah hidup<br />
Untuk mengecek cukup pastikan begitu anda buka browser dan mengetikkan halaman :</p>
<p>http://localhost/phpmyadmin</p>
<p>tidak muncul pesan kesalahan/error message.</p>
<p>3.3  Operasi-operasi Database<br />
3.3.1  Membuat Database dan Tabel<br />
Sebelum operasi-operasi database dilakukan, maka yang harus dilakukan adalah membuat database dan tabel terlebih dahulu.<br />
Database bisa anda bayangkan sebagai ruang-ruang dalam sebuah perpustakaan, dimana masing-masing ruang menyimpan rak-rak yang berisi buku-buku.<br />
sebelum membuat tabel, pastikan database sudah dibuat (sebelum rak dibuat pastikan ruangan sudah ada)<br />
Anda bisa membayangkan sebuah perpustakaan, pada saat tukang membuat rak-rak buku setidaknya tukang sudah tahu kira-kira buku apa yang hendak di taruh di dalam rak sehingga tukang bisa mengukur kekuatan dan bahan yang diperlukan untuk sebuah rak yang sesuai .<br />
Sama seperti itu, dalam membuat tabel di mysql juga terkait erat dengan keperluannya.<br />
Cara paling mudah untuk menentukan berapa jumlah tingkatan dalam rak/tabel cukup dengan melihat form.<br />
&#8221; Berapa jumlah field form +1 = jumlah field yang diperlukan &#8220;<br />
Nama tabel biasanya tergantung dari form juga, misal form pegawai, maka nama tabel juga dibuat &#8220;tabel_pegawai&#8221;.<br />
Penamaan dalam database jangan sampai ada spasi, jika namanya panjang pisahkan dengan tanda underscore.</p>
<p>Merancang struktur tabel</p>
<p>Buatlah database dan tabel yang sesuai untuk form berikut .</p>
<p>3.3  Operasi-operasi Database<br />
3.3.2  Koneksi ke Database<br />
Sebelum bisa memberikan query ke database, yang harus dilakukan terlebih dahulu adalah koneksi ke database :<br />
Kode php yang digunakan adalah sebagai berikut :</p>
<p>Yang perlu dicermati dari kode diatas adalah :<br />
1. $nama_user ; username user yang memiliki akses ke database<br />
2. $pass_user ; password user<br />
3. $nama_sb ; nama database yang dipergunakan/yang dimiliki hak aksesnya oleh user<br />
4. mysql_connect () ; fungsi php untuk koneksi ke database<br />
5. mysql_select_db () ; fungsi php untuk koneksi ke database tertentu.<br />
6. $konek ; sembarang nama variabel tidak harus $konek, bisa $nyambung dsb.<br />
7. $link , juga sembarang nama varibabel , tidak harus , bisa $sikat dsb.</p>
<p>3.3  Operasi-operasi Database<br />
3.3.3  Memasukkan Data<br />
Perintah SQL yang digunakan untuk memasukkan data ke mysql adalah sebagai berikut :<br />
&#8221; Insert into nama_tabel set field1=&#8217;nilai1&#8242;, field=&#8217;nilai2&#8242; , field3=&#8217;nilai3&#8242; &#8220;<br />
Jika menggunakan php , contoh kodenya :<br />
$query=mysql_query(&#8220;insert into nama_tabel set field1=&#8217;nilai1&#8242;, field=&#8217;nilai2&#8242; , field3=&#8217;nilai3&#8242; &#8220;);<br />
if($query) {<br />
echo &#8220;data berhasil masuk&#8221;;<br />
}<br />
else {<br />
echo &#8220;data gagal masuk&#8221; . mysql_error();<br />
}<br />
yang perlu diperhatikan :<br />
1. nama_tabel, nama tabel yang anda buat setelah membuat database.<br />
2. field 1, field2 dst ; nama field yang ada dalam tabel<br />
3. nilai1, nilai2 dst ; nama variabel yang didapat dari form<br />
4. mysql_query() ; nama fungsi yang digunakan untuk memberikan perintah/query<br />
5. mysql_error() ; fungsi yang digunakan untuk membantu trapping/ mencari tahu jika terjadi kesalahan , misal salah tanda kutip , nama tabel yang tidak sesuai dsb.</p>
<p>Input data</p>
<p>Buat halaman php sehingga form sebelumnya bisa masuk ke dalam database.</p>
<p>3.3  Operasi-operasi Database<br />
3.3.4  Menampilkan dan Sorting Data<br />
Untuk menampilkan data query yang digunakan adalah : &#8220;SELECT&#8221;<br />
contoh kodenya :</p>
<p>dari kode diatas bisa dilihat bahwa :<br />
1. $query ; perintah untuk mengambil field nama dan hobi dari tabel yang namanya petir.<br />
2. Data array  di ambil dengan menggunakan fungsi mysql_fetch_array<br />
3. untuk mencetak datanya bisa digunakan fungsi echo<br />
4. nama variable yang di cetak disesuaikan dengan field yang diambil dari database. (contohnya nama dan hobi)<br />
Variasi lain dari kode di atas :</p>
<p>artinya hasil data disortir berdasarkan nama dan disusun alfabet.</p>
<p>3.3  Operasi-operasi Database<br />
3.3.5  Mengupdate Data<br />
Untuk menampilkan data query yang digunakan adalah : &#8220;UPDATE&#8221;<br />
contoh kodenya:</p>
<p>dari kode diatas bisa dilihat bahwa :<br />
1. $query ; perintah untuk mengupdate data di tabel &#8220;tabel_petir&#8221; yang fieldnya nama dengan nilai dari variabel &#8220;$var_nama&#8221; dan hobi dengan nilai dari variabel &#8220;$var_hobi&#8221; untuk id data &#8220;$var_id&#8221;<br />
2. Pastikan ada &#8220;where&#8221; disana untuk memastikan kita HANYA mengedit data tertentu saja .</p>
<p>3.3  Operasi-operasi Database<br />
3.3.6  Menghapus Data<br />
Untuk menampilkan data query yang digunakan adalah : &#8220;DELETE&#8221;<br />
contoh kodenya:</p>
<p>dari kode diatas bisa dilihat bahwa :<br />
1. Pastikan ada &#8220;where&#8221; disana untuk memastikan kita HANYA mengedit data tertentu saja .</p>
<p>BAB 4<br />
Bekerja Dengan Session</p>
<p>Overview<br />
Internet bersifat global , menjadikan tidak ada batasan wilayah dan waktu .<br />
Masing-masing orang bisa mengakses informasi yang terdapat dijaringan dengan mudah tanpa harus meninggalkan bangku .<br />
Setiap informasi yang didapat lewat internet bersifat stateless, artinya tidak ada mekanisme khusus untuk merekam keadaan yang terjadi sedangkan beberapa aktifitas tertentu memerlukan hal ini , sehingga mulailah dibuat mekanisme untuk membuat agar koneksi internet dan data yang lewat didalamnya di atur agar bisa di tracking.<br />
Pada halaman berikutnya akan dipelajari tentang session .<br />
Setelah mempelajari session ini siswa diharapkan bisa membuat implementasi minimal halaman proteksi web dengan password dan session di php.</p>
<p>4.1  Session<br />
4.1.1  Memulai session<br />
Misal anda bayangkan jika Anda pergi ke pesta perkawinan, biasanya anda mengisi buku tamu agar tuan rumah bisa mengetahui bahwa anda pernah datang. Atau rapat kerja dimana masing-masing anggota rapat datang ke tempat rapat dan mengisi buku peserta lalu mengikuti sesi rapat hingga selesai, kira-kira seperti itulah session itu.<br />
Secara umum beberapa fungsi yang biasa digunakan pada session antara lain :<br />
1. session_start ( )<br />
2. session_register ( )<br />
3. session_is_registered ( )<br />
4. session_unregister ( )<br />
5. session_destroy ( )</p>
<p>4.1  Session<br />
4.1.2  session_start ( )<br />
Lihat kode pendek berikut :</p>
<p>Yang harus diperhatikan adalah :<br />
1. Letak kode session_start ( ) harus berada pada baris paling atas dari semua kode yang ada . jika tidak akan menemui pesan kesalahan &#8220;error : header already sent&#8221;.<br />
2. Jika ingin memakai fungsi  header ( ) , maka letaknya harus di atas juga sebelum kode php yang lain.</p>
<p>4.1  Session<br />
4.1.3  session_register ( )<br />
Lihat kode berikut :</p>
<p>session_register ( ) digunakan untuk mendaftarkan variabel agar bisa di panggil kapan saja .<br />
Untuk memanggil kode variabel yang sudah di daftarkan di di php , cukup seperti ini :</p>
<p>Hasilnya :<br />
nama pelajaran : swish<br />
nama pengajarnya : prince</p>
<p>4.1  Session<br />
4.1.4  session_is_registered ( )<br />
Lihat Kode berikut :</p>
<p>Fungsi session_is_registered ( ) digunakan untuk mengecek apakah sesi sudah didaftarkan atau belum , biasanya digunakan pada sebuah halaman berpassword untuk mencatat username dan password .<br />
Fungsi session_start ( ) selalu berada pada tiap halaman yang ingin menggunakan session.</p>
<p>4.1  Session<br />
4.1.5  session_unregister ( ) dan session_destory ( )<br />
Lihat Kode berikut utk contoh penerapannya :</p>
<p>session_unregister ( ) berfungsi untuk menghapus sesi yang sudah pernah di daftarkan.<br />
session_destroy ( ) digunakan untuk menghancurkan sesinya yang mungkin masih ada .<br />
setelah fungsi tersebut dijalankan maka variabel $pelajaran dan $teacher tidak lagi bernilai sesuatu . Jika dicetak dengan echo akan mengembalikan nilai kosong.</p>
<p>BAB 5<br />
Studi Kasus</p>
<p>Overview<br />
Teori tanpa praktek percuma<br />
Banyak orang bertanya cara mudah dalam belajar sesuatu , jawaban yang paling mudah ya berlatih .<br />
Latihan yang rutin dengan kasus-kasus yang berbeda  akan membuat kita semakin terlatih menjadi &#8220;hafal&#8221; .<br />
Hafalan yang seringkali diulang akan meningkat menjadi faham.<br />
Pemahaman yang baik itu kita cari , let&#8217;s practice !!!<br />
Pada beberapa halamn ke depan akan di lihat contoh kode yang sudah jadi dan akan coba di bahasa bagaimana cara kerja dari kode itu sendiri .</p>
<p>5.1  Form Mail<br />
5.1.1  Membuat Form Mail sederhana<br />
Membuat Form Mail<br />
Langkah pertama yang dilakukan adalah membuat formnya dulu. Buat kode berikut dan simpan dengan nama kontak.html  </p>
<form method="post" action="sendmail.php"> Email: <br /> Pesan:<br /> <textarea name="message" rows="15" cols="40"> </textarea><br /> </form>
<p>Form ini meminta input nama dan pesan dari user/pengunjung. (Field &#8220;email&#8221; yang ada pada input name=&#8221;email&#8221; diatas ) dan message (Field yang bernama &#8220;message&#8221;pada textarea name=&#8221;message&#8221;), dan dilengkapi dengan sebuah tombol untuk mengirimkan isi dari form. Ketika tombol di klik halaman &#8220;sendmail.php&#8221; yang memproses data berikutnya.<br />
Membuat halaman proses<br />
Langkah berikutnya adalah membuat halaman &#8220;sendmail.php&#8221;. Berikut isinya : </p>
<p>fungsi untuk mengirim email di php adalah mail ( ), parameter yang dibutuhkan adalah:<br />
1. Email tujuan<br />
2. Judul email/subyek email<br />
3. Isi pesan<br />
4. Alamat email pengirim<br />
Jika proses berjalan lancar maka user/pengunjung akan di redirect ke halaman berikutnya dengan fungsi header ( )<br />
header( &#8220;Location: http://www.example.com/thankyou.html&#8221; );<br />
Mudah bukan membuat sebuah halaman kontak di php, anda bisa mengembangkan lebih lanjut dengan swish untuk interface yang menarik.</p>
<p>Buat contact form sederhana</p>
<p>Buat halaman kontak sederhana yang di tujukan ke alamat email demo@palcomtech.com , ada 3 informasi yang diperlukan di dalam form , yaitu; nama, email dan pesan</p>
<p>Links</p>
<p>Thewizard</p>
<p>5.2  Simple Ad Rotator<br />
5.2.1  Simple Ad Rotator<br />
Bagi Anda yang sudah biasa datang ke detik.com mungkin terbiasa melihat banner yang berubah-ubah, jika anda refresh halaman tertentu maka bannernya juga berganti. Pada studi kasus berikut kita akan membuat rotator banner sederhana .<br />
Dimulai dari sebuah array : </p>
<p>$codes = array(<br />
    &#8220;<a href="http://www.palcomtech.com"><img src="banner1.gif"></a>&#8220;,<br />
    &#8220;<a href="http://jambi.palcomtech.com"><img src="banner2.gif"></a>&#8220;,<br />
    &#8220;<a href="http://salemba.palcomtech.com"><img src="banner3.gif"></a>&#8220;<br />
); </p>
<p>Array di php selalu dimulai dari angka 0.<br />
sehingga ketiga banner ini bisa di akses dari angka 0, 1 dan 2.<br />
untuk melihat banner 1, kodenya $codes[0] dan seterusnya.<br />
kode berikutnya :<br />
$acak=rand (0,2); // fungsi rand ( ) akan mengacak angka 0 hingga 2.<br />
panggil banner dengan echo :<br />
echo $codes[$acak];<br />
kode selengkapnya :<br />
&lt;?php<br />
$codes = array(<br />
    &#8220;<a href="http://www.palcomtech.com"><img src="banner1.gif"></a>&#8220;,<br />
    &#8220;<a href="http://jambi.palcomtech.com"><img src="banner2.gif"></a>&#8220;,<br />
    &#8220;<a href="http://salemba.palcomtech.com"><img src="banner3.gif"></a>&#8220;<br />
);<br />
$acak = rand(0,2);<br />
echo $codes[$acak];<br />
?&gt;<br />
simpan halaman ini dengan nama : banner.php dan siap di include ke halaman yang memerlukan <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':-)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Links</p>
<p>Tutorialized</p>
<p>5.4  Tanggal dan Jam<br />
5.4.1  Tanggal dan Jam<br />
Bermain-main dengan Date dan Time<br />
Php mendukung operasi yang berkaitan dengan waktu.<br />
Pada tabel berikut ditampilkan kode php dan output yang dihasilkan.<br />
Pada bagian Kode, adalah kode php yang di ketik.<br />
Pada bagian Output merupakan hasil dari kode php.<br />
Kode	Output<br />
	pm	&#8220;am&#8221; or &#8220;pm&#8221;<br />
	PM	&#8220;AM&#8221; or &#8220;PM&#8221;<br />
	15	Day of the month: 01 to 31<br />
	Tue	Day of the week: Sun, Mon, Tue, Wed, Thu, Fri, Sat<br />
	October	Month: January, February, March&#8230;<br />
	03	Hour: 01 to 12<br />
	15	Hour: 00 to 23<br />
	3	Hour: 1 to 12<br />
	15	Hour: 0 to 23<br />
	26	Minutes: 00 to 59<br />
	15	Day of the month: 1 to 31<br />
	Tuesday	Day of the week: Sunday, Monday, Tuesday&#8230;<br />
	0	Is it a leap year? 1 (yes) or 0 (no)<br />
	10	Month: 01 to 12<br />
	10	Month: 1 to 12<br />
	Oct	Month: Jan, Feb, Mar, Apr, May&#8230;<br />
	03	Seconds: 00 to 59<br />
	th	Ordinal: 1st, 2st, 3st, 4st&#8230; Need to be used with a numeric time/date value. See latter.</p>
<p>	31	Number of days in the month: 28 to 31<br />
	1034691963 	Seconds since 1970/01/01 00:00:00<br />
	2	Day of the week: 0 (Sunday) to 6 (Saturday)<br />
	2002	Year (four digits)<br />
	02	Year (two digits)<br />
	287	Day of the year: 0 to 365<br />
	-21600	Difference in seconds from Greenwhich meridian</p>
<p>Fungsi print sama saja dengan echo. Sama-sama menampilkan/cetak data ke layar.<br />
Ok, bagimana cara menggabungkan jadi satu ???<br />
Bisa dilihat pada contoh dibawah :<br />
Kode 	Output<br />
:: 	2002:10:15</p>
<p> 	2002:10:15</p>
<p> 	2002:10:15<br />
Lihat lagi contoh berikut :<br />
Kode<br />
 	Output</p>
<p>	2002:10:15 15:26</p>
<p> 	Tuesday 15th of October 2002 15:26:03 PM<br />
Waktu sekarang adalah .<br />
Itu artinya jam   lewat<br />
  menit	Waktu sekarang adalah 15:26. Itu artinya jam 15 lewat 26 menit .<br />
Hati-hati waktu menggunakan fungsi, misalnya pada contoh berikut :<br />
Kode<br />
 	Output<br />
 	Arti karakter<br />
	WETo15pm02 2603 Tuesday 	Karakter berikut memiliki arti : T, d, a, y, i, s,  l</p>
<p> 	Ini hari Tuesday	Hanya data yang terkait dengan  &#8220;l&#8221; (nama hari dalam minggu ) yang diperlukan<br />
Contoh : Link of the Day<br />
Misal anda punya halaman yang ingin ditampilkan berdasarkan hari maka bisa dengan mudah dilakukan, pertama buat dulu halaman yang berbeda untuk tiap harinya misal; &#8220;Sunday.htm,&#8221; &#8220;Monday.htm,&#8221; dan seterusnya.<br />
Untuk menampilkannya :<br />
&lt;a href= .htm&gt;Link of the Day</a><br />
Letakkan kode ini dalam halaman php anda ditempat yang anda inginkan.<br />
Masih banyak lagi penerapan dari date dan fungsi waktu yang lain, bisa anda lihat lebih banyak lagi di komentar manual php.</p>
<p>Links</p>
<p>phptutorial site</p>
<p>kalkulator waktu</p>
<p>5.4  Tanggal dan Jam<br />
5.4.1  Tanggal dan Jam<br />
Bermain-main dengan Date dan Time<br />
Php mendukung operasi yang berkaitan dengan waktu.<br />
Pada tabel berikut ditampilkan kode php dan output yang dihasilkan.<br />
Pada bagian Kode, adalah kode php yang di ketik.<br />
Pada bagian Output merupakan hasil dari kode php.<br />
Kode	Output<br />
	pm	&#8220;am&#8221; or &#8220;pm&#8221;<br />
	PM	&#8220;AM&#8221; or &#8220;PM&#8221;<br />
	15	Day of the month: 01 to 31<br />
	Tue	Day of the week: Sun, Mon, Tue, Wed, Thu, Fri, Sat<br />
	October	Month: January, February, March&#8230;<br />
	03	Hour: 01 to 12<br />
	15	Hour: 00 to 23<br />
	3	Hour: 1 to 12<br />
	15	Hour: 0 to 23<br />
	26	Minutes: 00 to 59<br />
	15	Day of the month: 1 to 31<br />
	Tuesday	Day of the week: Sunday, Monday, Tuesday&#8230;<br />
	0	Is it a leap year? 1 (yes) or 0 (no)<br />
	10	Month: 01 to 12<br />
	10	Month: 1 to 12<br />
	Oct	Month: Jan, Feb, Mar, Apr, May&#8230;<br />
	03	Seconds: 00 to 59<br />
	th	Ordinal: 1st, 2st, 3st, 4st&#8230; Need to be used with a numeric time/date value. See latter.</p>
<p>	31	Number of days in the month: 28 to 31<br />
	1034691963 	Seconds since 1970/01/01 00:00:00<br />
	2	Day of the week: 0 (Sunday) to 6 (Saturday)<br />
	2002	Year (four digits)<br />
	02	Year (two digits)<br />
	287	Day of the year: 0 to 365<br />
	-21600	Difference in seconds from Greenwhich meridian</p>
<p>Fungsi print sama saja dengan echo. Sama-sama menampilkan/cetak data ke layar.<br />
Ok, bagimana cara menggabungkan jadi satu ???<br />
Bisa dilihat pada contoh dibawah :<br />
Kode 	Output<br />
:: 	2002:10:15</p>
<p> 	2002:10:15</p>
<p> 	2002:10:15<br />
Lihat lagi contoh berikut :<br />
Kode<br />
 	Output</p>
<p>	2002:10:15 15:26</p>
<p> 	Tuesday 15th of October 2002 15:26:03 PM<br />
Waktu sekarang adalah .<br />
Itu artinya jam   lewat<br />
  menit	Waktu sekarang adalah 15:26. Itu artinya jam 15 lewat 26 menit .<br />
Hati-hati waktu menggunakan fungsi, misalnya pada contoh berikut :<br />
Kode<br />
 	Output<br />
 	Arti karakter<br />
	WETo15pm02 2603 Tuesday 	Karakter berikut memiliki arti : T, d, a, y, i, s,  l</p>
<p> 	Ini hari Tuesday	Hanya data yang terkait dengan  &#8220;l&#8221; (nama hari dalam minggu ) yang diperlukan<br />
Contoh : Link of the Day<br />
Misal anda punya halaman yang ingin ditampilkan berdasarkan hari maka bisa dengan mudah dilakukan, pertama buat dulu halaman yang berbeda untuk tiap harinya misal; &#8220;Sunday.htm,&#8221; &#8220;Monday.htm,&#8221; dan seterusnya.<br />
Untuk menampilkannya :<br />
&lt;a href= .htm&gt;Link of the Day</a><br />
Letakkan kode ini dalam halaman php anda ditempat yang anda inginkan.<br />
Masih banyak lagi penerapan dari date dan fungsi waktu yang lain, bisa anda lihat lebih banyak lagi di komentar manual php.</p>
<p>Links</p>
<p>phptutorial site</p>
<p>kalkulator waktu</p>
<p>5.5  Upload File dari Browser ke Sistem<br />
5.5.1  Sistem Upload sederhana<br />
Kita akan mencoba membuat sebuah form sederhana yang digunakan untuk mengirimkan gambar ke server<br />
Kode HTML untuk form : </p>
<form name="form1" method="post" action="" enctype="multipart/form-data">
<p> </p>
<p>Kode PHP :</p>
</form>
<p>dari kode diatas file yang di kirimkan akan di copykan ke dalam folder files.</p>
<p>Links</p>
<p>phpfreaks</p>
<p>signal42</p>
<p>BAB 6<br />
Pertanyaan Yang Sering Diajukan</p>
<p>Overview<br />
Proses belajar yang baik selalu melibatkan praktek&#8230;praktek dan terus praktek<br />
Kendala yang ditemui menjadi bahan pelajaran yang baik , tapi kalau mandek gimana ya ???<br />
Di bab ini terdapat pertanyaan yang sering ditanyakan seputar PHP .<br />
Anda punya pertanyaan yang belum tercantum disini , silahkan kirim pertanyaan Anda ke email alam@palcomtech.com , bisri@palcomtech.com , sophie@palcomtech.com , kami akan usahakan untuk menjawab nya dan jika memungkinkan akan dimasukkan ke dalam bab ini .<br />
•	Practice make perfect<br />
•	Praxis bildet vollkommen<br />
•	La pr¨¢ctica hace perfecto<br />
•	Pratique rendre parfait<br />
•	A pr¨¢tica faz perfeito<br />
•	de praktijk maakt perfect</p>
<p>6.1  Error Handling<br />
6.1.2  Undefined Variables<br />
Error:<br />
________________________________________</p>
<p>Notice: Undefined variable: cdsonfig in E:serverabb_PA1admacp.php on line 10</p>
<p>________________________________________<br />
Undefined variable artinya anda berusaha untuk menggunakan atau mengubah vaiabel yang tidak ada . Lihat pada baris 10 diatas . Ketika dilihat script aslinya terlihat :<br />
&#8216;CELL_ALT_A_COLOR&#8217; =&gt; $cdsonfig['cellAColor'],<br />
$cdsonfig seharusnya  $config. Ubah menjadi $config maka masalah terpecahkan . Tipe error ini sering terjadi karena salah ketik , cukup pastikan lihat kembali kode php anda dan sedikit &#8220;jeli&#8221; maka akan terlihat salahnya .</p>
<p>6.1  Error Handling<br />
6.1.3  Member Function<br />
Error:<br />
________________________________________</p>
<p>Fatal error: Call to a member function query() on a non-object in E:serverabb_PA1admacp.php on line 51</p>
<p>________________________________________<br />
Artinya anda berusaha untuk menggunakan object yang belum di inisialisasi . Pastikan anda telah memulainya, misal :<br />
$db = new dbClass; </p>
<p>6.1  Error Handling<br />
6.1.4  Parse Error<br />
Error:<br />
________________________________________</p>
<p>Parse error: parse error, unexpected &#8216;&gt;&#8217; in E:serverlog.php on line 7</p>
<p>________________________________________<br />
Unexpected char biasanya berarti anda lupa memberi tanda akhiran pada script anda .Misal pada conoth berikut :<br />
$file = file(&#8216;log.html&#8217;); print &#8216;my dogs name is doggy; # interpert foreach($file as $name) { $name = str_replace(&#8216;<br />&#8216;,&#8221;,$name); #line 7<br />
Jika kita lihat pada baris tersebut terlihat bahwa kita lupa memberi tanda kutip satu dibelakang doggy .Cukup ubah menjadi  print &#8216;my dogs name is doggy&#8217;; maka masalah terselesaikan .</p>
<p>6.1  Error Handling<br />
6.1.5  Undefined Function<br />
Error:<br />
________________________________________</p>
<p>Fatal error: Call to undefined function: add_slashes() in E:serverlog.php on line 4</p>
<p>________________________________________<br />
Artinya fungsi yang anda coba gunakan tidak ada, biasanya karena salah ketik atau anda menulis fungsi sendiri yang digabung dalam file tertentu dan lupa untuk mengincludekannnya .</p>
<p>6.1  Error Handling<br />
6.1.6  Undefined Constant<br />
Error:<br />
________________________________________</p>
<p>Notice: Use of undefined constant Tom &#8211; assumed &#8216;Tom&#8217; in E:serverlog.php on line 6</p>
<p>________________________________________<br />
Seringkali tipe error ini  tidak muncul dan pada banyak kasus masih menjalankan apa yang diinginkan Misal kita punya script berikut:<br />
$nameNumber['Tom'] = &#8217;730-3678&#8242;; $nameNumber['Jane'] = &#8217;533-7650&#8242;; print $nameNumber[Tom] . &#8216;<br />
&#8216;;<br />
Ketika di ketik :<br />
$nameNumber[Tom]</p>
<p>PHP mencari konstanta yang bernama  Tom&#8217; dan ketika tidak bisa menemukannya , maka menggunakan  key Tom.<br />
Hal ini bisa di pecahkan dengan hal ini :<br />
$nameNumber['Tom']</p>
<p>6.1  Error Handling<br />
6.1.7  Can&#8217;t modify header information<br />
Error:<br />
________________________________________</p>
<p>Warning: Cannot modify header information &#8211; headers already sent by (output started at E:serverlog.php:6) in E:serverlog.php on line 7</p>
<p>________________________________________<br />
Pesan ini sering muncul ketika anda mencoba memulai sesi , mengirmkan cookie atau menggunakan fungsi header.<br />
Misal pada kasus berikut :<br />
$file = file(&#8216;log.html&#8217;); $nameNumber['Tom'] = &#8217;730-3678&#8242;; $nameNumber['Jane'] = &#8217;533-7650&#8242;; print $nameNumber['Tom'] . &#8216;<br />
&#8216;; header(&#8216;Location: phpinfo.php&#8217;); #more code<br />
Output sudah ada yaitu nomernya Tom tapi akan di modifikasi lagi oleh fungsi header sehingga muncul pesan kesalahan . Solusi yang bisa digunakan :<br />
1. Pada baris paling atas dari script tambahkan:<br />
ob_start (&#8216;ob_gzhandler&#8217;);<br />
atau<br />
2. Ganti kodenya dengan :<br />
window.location.href=&#8221;phpinfo.php&#8221;;</p>
<p>6.1  Error Handling<br />
6.1.8  Error opening file<br />
Error:<br />
________________________________________</p>
<p>Warning: main(usFederalDocuments.mcl): failed to open stream: No such file or directory in E:serverlog.php on line 8<br />
Fatal error: main(): Failed opening required &#8216;usFederalDocuments.mcl&#8217; (include_path=&#8217;.;c:php4pear&#8217;) in E:serverlog.php on line 8</p>
<p>________________________________________<br />
or<br />
Error:<br />
________________________________________</p>
<p>Warning: main(usFederalDocuments.mcl): failed to open stream: No such file or directory in E:serverlog.php on line 8<br />
Warning: main(): Failed opening &#8216;usFederalDocuments.mcl&#8217; for inclusion (include_path=&#8217;.;c:php4pear&#8217;) in E:serverlog.php on line 8</p>
<p>________________________________________<br />
Scriptt yang digunakan :<br />
$file = file(&#8216;log.html&#8217;); $nameNumber['Tom'] = &#8217;730-3678&#8242;; $nameNumber['Jane'] = &#8217;533-7650&#8242;; print $nameNumber['Tom'] . &#8216;<br />
&#8216;; require &#8216;usFederalDocuments.mcl&#8217;; # more<br />
File  &#8216;usFederalDocuments.mcl&#8217; tidak ada . Tapi error yang pertama muncul karena PHP tidak bisa menemukan file yang dicari<br />
.<br />
Pastikan anda taruh file yang dicari di folder yang sama maka masalah anda akan terselesaikan <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':-)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>6.1  Error Handling<br />
6.1.9  Pemission denied<br />
Error:<br />
________________________________________</p>
<p>Warning: fopen(counter.txt) [function.fopen]: failed to create stream: Permission denied in /hsphere/local/home/martymcf/deathbyplane.martymcfly.net/beta2/pop.php on line 116</p>
<p>________________________________________<br />
hehehehe, pesan memang jarang muncul jika anda menggunakan sistem oprasi windows , cukup pastikan bahwa file tersebut sudah punya hak untuk tulis dan baca yang bisa di lakukan dengan perintah CHMOD . 666 atau 777 &gt;</p>
<p>6.1  Error Handling<br />
6.1.10  T_ENCAPSED_AND_WHITESPACE<br />
Error:<br />
________________________________________</p>
<p>Parse error: parse error, unexpected T_ENCAPSED_AND_WHITESPACE, expecting T_STRING or T_VARIABLE or T_NUM_STRING in E:serverfe.php on line 5</p>
<p>________________________________________<br />
Biasanya terjadi pada array yang sedikit &#8221; ribet &#8221; , banyak tanda kutip didalamnya , untuk mengatasinya bisa digunakan operator titik untuk memisahkan antar variabel.</p>
<p>6.1  Error Handling<br />
6.1.11  Can&#8217;t connect to database<br />
Error:<br />
________________________________________</p>
<p>Warning: mysql_connect(): Can&#8217;t connect to MySQL server on &#8216;localhost&#8217; (10061) in E:serverfe.php on line 2 Can&#8217;t connect to MySQL server on &#8216;localhost&#8217; (10061)</p>
<p>________________________________________<br />
Untuk kasus seperti ini pastikan anda tambah kode mysql_error ( ) . ini akan sangat membantu dalam mendebug masalah yang ada lalu pastikan mysql jalan .</p>
<p>6.1  Error Handling<br />
6.1.12  Access Denied<br />
Error:<br />
________________________________________</p>
<p>Warning: mysql_connect(): Access denied for user: &#8216; root@localhost&#8217; (Using password: YES) in E:serverfe.php on line 2 Access denied for user: &#8216;root@localhost&#8217; (Using password: YES)</p>
<p>________________________________________<br />
Artinya kombinasi username dan password yang dimasukkan salah . Cek ulang dan pastikan tidak salah ketik !</p>
<p>6.1  Error Handling<br />
6.1.13  Error in query<br />
Error:<br />
________________________________________</p>
<p>You have an error in your mysql query&#8230;</p>
<p>________________________________________<br />
Error:<br />
________________________________________</p>
<p>Warning: mysql_fetch_array(): supplied argument is not a valid MySQL result resource in /home/virtual/site228/fst/var/www/html/adminrate/p.php on line 9</p>
<p>________________________________________<br />
Agak susah menentukan salahnya dimana . Yang paling cepat tetap menggunakan mysql_error ( ) dalam kode anda .<br />
Misal :</p>
<p>6.2  Dimana Meletakkan Kode PHP<br />
6.2.2  Dimana Meletakkan Kode PHP ?<br />
Q : Dimana kita meletakkan kode php ?<br />
A : Tergantung !<br />
1. Jika terkait dengan session, maka pastikan kode-kode session berada pada baris paling atas dari kode php anda.<br />
2. Kode php ini bisa bercampur dengan kode html, ASAL pembedanya jelas, anda harus meletakkan tag pembuka dan tag penutup php di tempat yang anda inginkan.<br />
3. Tempat anda meletakkan kode ini bisa dilihat dari ms-frontapge atau program pengolah web lainnya yang anda ketahui seperti notepad, phpcoder, dreamweaver dll.</p>
<p>6.3  Hosting PHP Gratisan<br />
6.3.2  Free PHP hosting<br />
Q :Adakah situs tempat penyedia jasa hosting gratisan ?<br />
A : Anda bisa coba datang ke situs ini :<br />
1. Roachhost ( http://www.roachhost.com)<br />
2. Terra-Bit ( http://www.terra-bit.com )<br />
atau anda bisa masukkan kata kunci &#8220;Free php hosting&#8221; di search engine google .</p>
<p>6.4  Apa itu Tag Pembuka dan Penutup PHP ?</p>
<p>6.4.1  Apa itu Tag Pembuka dan Penutup PHP ?<br />
Q : Apa itu tag pembuka dan penutup php ?<br />
A : Perhatikan kode di bawah ini :<br />
 // tag penutup php<br />
tanda // di php adalah lambang untuk komentar, segala sesuatu yang ditulis setelah komentar akan diabaikan oleh php (tidak akan diproses).</p>
<p>6.5  Apa Beda Include dan Require<br />
6.5.1  Apa Beda Include dan Require Serta Apa Gunanya<br />
Include dan require adalah fungsi yang digunakan untuk MENYELIPKAN kode/tag atau halaman ke dalam halaman yang dikehendaki.<br />
Misal :</p>
<p>Jika halaman yang diselipkan tidak ada, maka :<br />
1. Fungsi include akan menampilkan pesan error, semua kode di bawahnya TERUS di proses.<br />
2. Fungsi require akan menampilkan pesan error , semua kode di bawahnya TIDAK di proses.</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/sonicpepen.wordpress.com/8/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/sonicpepen.wordpress.com/8/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/sonicpepen.wordpress.com/8/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/sonicpepen.wordpress.com/8/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/sonicpepen.wordpress.com/8/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/sonicpepen.wordpress.com/8/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/sonicpepen.wordpress.com/8/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/sonicpepen.wordpress.com/8/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/sonicpepen.wordpress.com/8/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/sonicpepen.wordpress.com/8/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/sonicpepen.wordpress.com/8/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/sonicpepen.wordpress.com/8/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/sonicpepen.wordpress.com/8/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/sonicpepen.wordpress.com/8/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/sonicpepen.wordpress.com/8/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/sonicpepen.wordpress.com/8/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=sonicpepen.wordpress.com&amp;blog=986209&amp;post=8&amp;subd=sonicpepen&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sonicpepen.wordpress.com/2007/09/17/php/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/8d1e743c6e6394ff72eb34b66aabe523?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Rohid_27</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Partisi Harddisk</title>
		<link>http://sonicpepen.wordpress.com/2007/04/17/partisi-harddisk/</link>
		<comments>http://sonicpepen.wordpress.com/2007/04/17/partisi-harddisk/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 17 Apr 2007 14:07:22 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Rohid_27</dc:creator>
				<category><![CDATA[Makalah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sonicpepen.wordpress.com/2007/04/17/partisi-harddisk/</guid>
		<description><![CDATA[SOFTWARE-SOFWARE UNTUK MEMPARTISI HARDDISK Partisi Harddisk Mempartisi harddisk artinya membagi ruang memori pada harddisk. Setiap harddisk minimal harus dipartisi satu kali, dan menyesuaikan dengan sistem operasi yang akan digunakan.. Sebuah komputer yang menginstal lebih dari satu sistem operaai biasanya mempunyai beberapa partisi. Keuntungan dari partisi yang lebih dari satu antara lain dapat meminimalisir keruwetan pada [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=sonicpepen.wordpress.com&amp;blog=986209&amp;post=5&amp;subd=sonicpepen&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>SOFTWARE-SOFWARE<br />
UNTUK<br />
MEMPARTISI HARDDISK</p>
<p><img src="http://siswa.palcomtech.com/rohid/Pepen_27/275.JPG"> Partisi Harddisk<br />
Mempartisi harddisk artinya membagi ruang memori  pada harddisk. Setiap harddisk minimal harus dipartisi satu kali, dan menyesuaikan dengan sistem operasi yang akan digunakan.. Sebuah komputer yang menginstal lebih dari satu sistem operaai biasanya mempunyai beberapa partisi. Keuntungan dari partisi yang lebih dari satu antara lain dapat meminimalisir keruwetan pada sistem operasi, data dapat dibuat lebih aman, penggunaan ruang hasrddisk yang efisien, memudahkan back up data dan pencarian file.</p>
<p>Dalam sebuah harddisk memiliki beberapa tipe partisi, yaitu :<br />
1.	Partisi Primary<br />
Partisi primary merupakan partisi utama pada harddisk yang memuat sejumlah file data. Fungsi dari partisi primary ini juga sebagai partisi yang pertama kali diakses komputer untuk booting.</p>
<p>2.	Partisi Extended<br />
Partisi extended juga merupakan partisi utama pada harddisk. Partisi extended berfungsi untuk mengatasi keterbatasan pembagian partisi. Partisi extended tidak menangani pengolahan data secara langsung. Untuk dapat menggunakan nya kita harus menciptakan partisi logical terlebih dahulu.</p>
<p>3.	Partisi Logical<br />
Partisi logical merupakan partisi sampingan yang terdapat partisi extended. Partisi logical mampu menampung berbagai macam file data.</p>
<p>Sebelum kita mempartisi harddisk maka kita harus memperhatikan terlebih dahulu :<br />
	Jenis partisi yang akan kita pakai :<br />
Sesuaikan partisi dengan system operasi yang akan dijalankan, karena system operasi harus berjalan sesuai dengan lingkungannya sendiri, missal :<br />
 	Windows 95 = FAT 16<br />
 	Windowa 97 &amp; 98 atau 98SE = FAT16 &amp; FAT32<br />
 	Windows 2000 &amp; XP = FAT32 &amp; NTFS5<br />
 	Linux  = Ext2 atau Ext3<br />
	Besar kapasitas harddisk harus memenuhi syarat jenis partisi, contoh :<br />
 	FAT16 = maksimal harddisk 2 GB<br />
 	FAT32 = seluruh harddisk 850 MB ke atas.<br />
 	NTFS = maksimal harddisk di atas 1 TeraByte</p>
<p>Software-sofware yang dapat digunakan untuk mempartisi harddisk yaitu sebagai berikut : </p>
<p>a.	FDISK</p>
<p>Aplikasi ini sudah ada tersedia di dalam system booting Microsoft windows, tetapi sesuai dengan masing-masing system operasi bootingnya.<br />
Keuntungan Memakai FDISK :</p>
<p> 	Tersedia Cuma-Cuma dalam CD Master windows atau dibuat di disket system booting s.o bersangkutan.</p>
<p>Kekurangan Memakai FDISK :<br />
 	Kita hanya dapat membuat jenis partisi sesuai s.o bersangkutan.<br />
 	Bila kita membuat 2 partisi dalam 1 harddisk, maka hasilnya 1 partisi primary, 1 partisi logical.</p>
<p>CARA PEMAKAIANNYA :</p>
<p> 	Masukkan disket ke floppydisk atau cd booting ke CDROM.<br />
 	Ubah system BIOS agar dapat mem-boot terlebih dahulu ke floppydisk atau CDROM (tergantung kita memakai booting disket atau cd) :<br />
External cache	: Enable<br />
Quick Power On Self Test	: Enable<br />
Boot Sequence	: A,C,SCSI  Ubah menjadi CDROM/floppydisk<br />
Swa[ floppy Drive	: Disable<br />
Boot Up Floppy Seek	: Enable<br />
 	Setelah booting, pilih menu yang mendukung CDROM atau enter langsung :</p>
<p> 	Setelah masuk ke system dos, lalu ketik FDISK kemudian tekan enter :</p>
<p> 	Pilih (Y) untuk FAT32 dan (N) untuk FAT16 :</p>
<p> 	Pilih no (1) Create DOS partition….. untuk membuat partisi baru, kamudian tekan enter :</p>
<p> 	Kemudian pilih no (1) Create Primary DOS….. untuk membuat partisi utama (primary) :</p>
<p> 	Setelah itu plih ya (Y) untuk membuat partisi atau pilih tidak pilih (N) bila ingin membuat partisi lain. Kalau pilih (Y) maka selesai, tekan ESC untuk keluar dari disk dan lakukan langkah selanjutna.</p>
<p> 	Setelah membuat partisi selesai, restart kembali komputer kita.</p>
<p> 	Setelah masuk kembali ke dos system, lakukan format harddisk dengan mengetik format diikuti drive yang mau diformat :</p>
<p> 	Setelah selesai, restart kembali.<br />
 	Harddisk siap untuk diinstalasi Sistem Operasi.</p>
<p>b.	RANISH PARTITION MANAGER.</p>
<p>Aplikasi khusus partisi buatan Ranish.<br />
Keuntungan memakai ranish partition manager yaitu :<br />
-	Mudah dipakai<br />
-	Dapat membuat berbagai jenis partisi (FAT16, FAT32, NTFS, BEOS, LINUX, dll).<br />
-	Dapat membuat 2 buah (lebih) partisi primary.<br />
-	Dapat membuat lebih dari 2 partisi dalam 1 harddisk.</p>
<p>CARA PEMAKAIANNYA :</p>
<p> 	Masukkan disket ke floppydisk atau cd booting ke CDROM.<br />
 	Ubah system BIOS agar dapat mem-boot terlebih dahulu ke floppydisk atau CDROM (tergantung kita memakai booting disket atau cd) :<br />
External cache	: Enable<br />
Quick Power On Self Test	: Enable<br />
Boot Sequence	: A,C,SCSI  Ubah menjadi CDROM/floppydisk<br />
Swa[ floppy Drive	: Disable<br />
Boot Up Floppy Seek	: Enable</p>
<p> 	Setelah booting, pilih menu yang mendukung CDROM atau enter langsung :</p>
<p> 	Setelah di system dos, pindah ke drive CDROM, kemudian masuk ke folder dimana Ranish Partition Manager berada, selah itu ketik part kemudian tekan enter.</p>
<p> 	Menu Ranish Partition Manager :</p>
<p>	Untuk memulai membuat partisi baru, pilih bagian yang tertulis unesed pada urutan pertama, kemudian tekan enter.<br />
 	Kemudian pilih jenis yang akan dipakai, dan tentukan berapa besar partisi akan dibuat (kalau mau membuat 2 partisi), atau langsung tekan ENTER bila ingin memakai seluruh ruang untuk 1 partisi :</p>
<p> 	Selanjutnya pilih save now untuk menyimpan proses yang sudah dibuat tadi :</p>
<p> 	Setelah itu pilih format now  agar partisi yang telah dibuat tadi langsung diformat :</p>
<p> 	Setelah itu pilih format untuk memformat harddisk secara normal, atau quick format untuk format harddisk dengan cepat tanpa memeriksa apakah harddisk masih baik atau tidak :</p>
<p> 	Lakukan pembuatan partisi kembali bila tadi kita membuat lebih dari satu partisi :</p>
<p> 	Setelah terbentuk partisi baru dan sudah diformat, maka kira harus mengaktifkan salah satu partisi untuk dijadikan system booting (biasanya yang terbesar), apabila tidak kita aktifkan maka harddisk nanti sewaktu kita install system operasi tidak mau booting. Tekan tombol B untuk mengaktifkan partisi system booting (boot flag). Perhatikan !!! Partisi yang sudah diaktifkan ada tanda panah disampingnya :</p>
<p> 	Setelah selesai, tekan ESC, kemudian pilih Save MBR</p>
<p> 	Setelah kembali ke DOS, restart kembal komputer.<br />
 	Harddisk siap untuk diinstal Sistem Operasi.</p>
<p>c.	POWERQUEST PARTITION MAGIC.</p>
<p>Aplikasi khusus partisi buatan PowerQuest.<br />
Keuntungan memakai Powerquest Partition Magic yaitu :<br />
 	Dapat membuat berbagai jenis partisi.<br />
 	Dapat membuat 2 buah (lebih) partisi primary.<br />
 	Dapat membuat lebih dari 2 partisi dalam 1 harddisk.</p>
<p>Kekurangan memakai Powerquest Partition Magiccyaitu :<br />
 	Kurang baik dipakai untuk pemula.<br />
 	Karena dijalankan dari windows, maka dapat saja terjadi kerusakan partisi yang tidak kita inginkan.</p>
<p>Format Harddisk<br />
Format harddisk merupakan suatu cara pemberian sistem pada harddisk agar harddisk dapat digunakan seefesien mungkin dengan mengetahui terlebih dahulu sistem operasi apa yang akan digunakan. Format harddisk dilakukan setelah kita selesai mempartisi harddisk.<br />
Sistem yang diberikan pada harddisk kita kenal dengan istilah FAT (File Alocation Table), disinilah kunci dari seluruh pengelolaan informasi pada harddisk atau istilah lainnya File System. File sistem bertugas untuk mengalokasikan ruang data informasi dalam harddisk serta mengatur ruang-ruang yang masih kosong. File sistem juga bertanggung jawab untuk merawat nama-nama file dan direktori serta dimana file-file tersebut ditempatkan. file sistem terdiri dari 3 bagian penting,yaitu (1) boot record dan sistem operasi, (2) direktori dan (3) file-file. Setiap sistem opersai mempunyai file sistem yang berbeda-beda. Berikut jenis-jenis file sistem yang perlu anda ketahui.</p>
<p>FAT 12<br />
Fat 12 merupakan FAT pertama kali yang digunakan dalam sistem operasi DOS pada PC IBM (1981). FAT ini menggunakan pengalokasian tabel file sebesar 12 bit, sehingga sering disebut FAT 12. Kapasitas maksimal yang terformat oleh FAT 12 adalah 4.086 Cluster, sehingga FAT ini cocok untuk harddisk berkapasitas kecil.</p>
<p>FAT 16<br />
FAT 16 merupakan pengembangan dari FAT 12 yang digunakan pada sistem operasi Windows 95 versi pertama (1990). FAT ini menggunakan pengalokasian tabel file sebesar 16 bit. Kapasitas maksimal yang terformat adalah 65.526 cluster. Dan biasanya menangani harddisk kapasitas 16 MB-2.048 GB.</p>
<p>FAT 32<br />
FAT 32 muncul karena FAT 12 dan 16 tidak mampu lagi mengelola harddisk berkapasitas besar. FAT ini mendukung sistem operasi windows 95C dan seterusnya. FAT ini menggunakan 28 bit cluster sedangkan 4 bitnya digumakan untuk cadangan/reserved.</p>
<p>NTFS ( New Technology File System)<br />
NTFS umumnya digunakan pada sistem operasi windows NT dan keturunannya. Dibandingkan dengan sistem FAT, NTFS jauh lebih efektif dan aman dalam pengelolaan file, karena file-file NTFS dapat dienskripsi.</p>
<p>HPFS (High Performance File System)<br />
HPFS digunakan pada sistem operasi OS/2 (buatan IBM). HPFS mampu membaca data lebih cepat dibandingkan sistem FAT.</p>
<p>VFAT<br />
VFAT dan FAT berbeda, perbedaannya adalah kemampuan dalam mendukung penamaan file yang panjang, perbaikan performansi sistem operasi, dan kemampuan manajemen data yang baik.<br />
Untuk menyesuaikan penggunaan file sistem dan sistem operasi dapat anda lihat pada tabel berikut ini :<br />
 File System	Sistem Operasi<br />
   FAT 12	DOS versi 1.X dan 2.X<br />
   FAT 12 dan FAT 16	DOS versi 3.X-6.X dan Windows 3.X<br />
   FAT 12, 16 dan VFAT	   DOS versi 7 dan Windows 95A<br />
   FAT 12, 16, 32 VFAT  	   DOS versi 7.1 dan Windows 95B/C<br />
   FAT 32	   Windows 95B/C, Win98, ME, 2000 dan XP<br />
   NTFS	   Windows NT, 2000, 2003, dan XP<br />
   HPFS	   OS/2, Windows NT versi lama<br />
   EXT2, EXT3, Linux Swap	   Linux<br />
   BeOS	   BeOS</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/sonicpepen.wordpress.com/5/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/sonicpepen.wordpress.com/5/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/sonicpepen.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/sonicpepen.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/sonicpepen.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/sonicpepen.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/sonicpepen.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/sonicpepen.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/sonicpepen.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/sonicpepen.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/sonicpepen.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/sonicpepen.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/sonicpepen.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/sonicpepen.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/sonicpepen.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/sonicpepen.wordpress.com/5/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=sonicpepen.wordpress.com&amp;blog=986209&amp;post=5&amp;subd=sonicpepen&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sonicpepen.wordpress.com/2007/04/17/partisi-harddisk/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/8d1e743c6e6394ff72eb34b66aabe523?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Rohid_27</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://siswa.palcomtech.com/rohid/Pepen_27/275.JPG" medium="image" />
	</item>
	</channel>
</rss>
